Sabtu, 4 April 2026

Malaysia Mendeteksi Kasus Omicron Kedua

Berita Terkait

Covid-19 varian Omicron

batampos – Menteri Kesehatan Malaysia, Khairy Jamaluddin mengumumkan bahwa Malaysia telah mendeteksi Kasus Omicron kedua pada gadis delapan tahun yang baru saja kembali dari Nigeria bersama keluarganya.

BACA JUGA: Perahu Terbalik di Pantai Malaysia, 19 Tewas dan 29 Hilang

Ia juga mengumumkan bahwa sedang ada 18 kasus yang saat ini sedang menjalani sekuensing genom untuk menentukan jenis varian.

Hasil dari tes tersebut diperkirakan akan diketahui pada Jumat (17/12).

Mr Khairy mengatakan bahwa gadis itu, ibu dan saudaranya tiba di Malaysia pada 5 Desember setelah transit di Doha, Qatar.

Mereka menjalani tes RT-PCR kedua setibanya di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) dan kemudian ditempatkan di bawah karantina.

Hasil tes untuk tes RT-PCR kedua keluar dua hari kemudian pada 7 Desember, dan dikonfirmasi sebagai kasus Omicron pada 14 Desember.

Gadis itu tidak menunjukkan gejala dan telah ditempatkan di bawah isolasi rumah selama 14 hari sejak 7 Desember.

“Yang menjalani kontak dekat dengan kasus ini adalah ibu, saudara perempuan, ayah, dan sopir taksi yang mengantar mereka dari KLIA ke rumah mereka,” kata Khairy.

Ibu dan adik perempuannya dinyatakan negatif saat tiba di Malaysia pada hari kelima dan pada hari ke-11. Mereka juga tidak menunjukkan gejala.

Kontak dekat lainnya dalam kasus ini adalah seorang sopir taksi, serta ayahnya yang tiba di Malaysia pada 12 Desember dan sedang dikarantina di sebuah pusat pribadi.

“Hasil tes untuk ayahnya pada saat kedatangan negatif,” ujar Khairy.

Sedangkan tes terhadap sopir taksi yang tidak menunjukkan gejala itu masih terus dilakukan.

Ada 35 kontak lain dalam penerbangan gadis itu, semuanya dites negatif pada saat kedatangan dan pada Hari ke-5.

“Pemantauan kontak dekat yang teridentifikasi akan dilakukan secara menyeluruh dari waktu ke waktu,” kata Khairy.

Dia juga mengumumkan bahwa Nigeria telah ditempatkan pada daftar negara berisiko tinggi dan mereka yang memasuki Malaysia dari negara itu harus memakai perangkat pengawasan digital.(*)

Reporter: TheStraitsTimes / Kevin Rendra Pratama

Update