
batampos – Menteri Kesehatan Malaysia, Khairy Jamaluddin, mengumumkan bahwa perayaan besar pada akhir tahun tidak akan diperbolehkan karena ditemukannya kasus varian kedua Omicron di negara tersebut.
BACA JUGA: BP2PMI Pastikan Korban Kapal Tenggelam di Malaysia adalah PMI Ilegal
Khairy mengatakan hanya pertemuan Tahun Baru dan Natal yang bersifat kecil dan pribadi akan diperbolehkan.
“Malam tahun baru dan perayaan Natal dengan anggota keluarga dan teman diperbolehkan untuk saat ini.
Namun tes Covid-19 harus dilakukan sebelum menghadiri acara tersebut,” katanya kepada wartawan di Parlemen Malaysia.
Sementara itu, Kementerian Persatuan Nasional Malaysia mengatakan paduan suara Natal akan diizinkan tetapi mereka harus mematuhi jarak sosial dan mengenakan topeng.
“Pengunjungan akan diizinkan hanya untuk orang yang divaksinasi penuh. Carolling dari rumah ke rumah tidak akan diizinkan dan kios Hari Natal bergantung pada yurisdiksi otoritas setempat,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Pembatasan ini akan diberlakukan pada 24 dan 25 Desember.
Khairy juga mengatakan bagi mereka yang diwajibkan untuk mendapatkan suntikan booster, bahwa status vaksinasi mereka akan dianggap “tidak lengkap” apabila mereka gagal untuk mendapatkan suntikan pada Februari tahun depan.
“Jika individu masih belum mendapatkan suntikan booster setelah Februari 2022, status vaksinasi mereka akan diubah menjadi ‘tidak lengkap’,” katanya.
Penerima vaksin Sinovac termasuk di antara mereka yang harus mendapatkan suntikan booster sebelum batas waktu Februari.
Sementara itu, mereka yang berusia di atas 60 tahun, terlepas dari jenis vaksinnya, juga akan diminta untuk mendapatkan suntikan booster.
“Semua (mereka) 60 tahun ke atas atau penerima Sinovac harus mendapatkan booster paling lambat Februari 2022 untuk mempertahankan status vaksinasi penuh,” ujarnya.
Khairy mengatakan ini sejalan dengan rekomendasi dari Kelompok Ahli Penasihat Strategis World Health Organization.
Dia juga menambahkan bahwa Gugus Tugas Booster Imunisasi Covid-19 Malaysia telah menyetujui dan mengadopsi rekomendasi tersebut pada 8 Desember.
Mr Khairy mengatakan vaksin oleh Pfizer-BioNTech, Sinovac dan AstraZeneca telah disetujui untuk digunakan sebagai suntikan booster saat ini.
Suntkan booster dimulai secara nasional pada 13 Oktober untuk individu yang divaksinasi penuh untuk memastikan kekebalan yang diterima setelah menyelesaikan dosis mereka dapat dipertahankan untuk periode yang optimal, terutama dalam menghadapi varian Delta.
Bulan lalu, Khairy menekankan bahwa Malaysia dapat menghadapi gelombang baru infeksi Covid-19 jika pemberian dosis booster tidak dipercepat. (*)
Reporter: TheStraitsTimes / Kevin Rendra Pratama
