Selasa, 17 Maret 2026

Stok Kambing Tak Mencukupi, Akikah Warga Batam Terancam Tertunda

Berita Terkait

WhatsApp Image 2022 05 19 at 09.58.18 e1652930254696
Wakil Ketua Asosiasi Pedangan Hewan Ternak Batam (APHTB), Ali Mustofa, Foto Ist

batampos – Penghentian sementara pengiriman hewan ternak dari Kuala Tungkal, Jambi ke Batam tidak hanya berdampak pada kekosongan sapi. Akan tapi juga pada ketersediaan hewan ternak kambing di Batam. Imbasnya, banyak warga yang batal mengakikahkan anaknya dikarenakan tidak adanya stok kambing untuk akikah.

“Kalau ada pun stoknya itu yang harga Rp 3 juta hingga Rp 4 juta per ekor. Itupun hanya beberapa ekor saja. Tapi kalau yang satu paket akikah Rp 2,1 juta hingga Rp 2,5 juta sudah beberapa hari kosong,” ujar Wakil Ketua Asosiasi Pedangan Hewan Ternak Batam (APHTB), Ali Mustofa, Rabu (18/5).

Hal ini katanya, tentu saja berdampak pada orang tua yang ingin mengakikahkan anaknya. Banyak mereka yang tak mampu membayar paket akikah dengan harga ini sehingga memilih menunda. “Beberapa hari terakhir kita memang sudah tidak layani lagi paket hemat akikah karena kekosongan stok kambing,” ungkapnya.

Dibandingkan waktu normal, lanjut Ali, dalam waktu sepekan ia bisa menjual 70 ekor kambing. Khusus Sabtu da Minggu bisa menjual 20 ekor kambing. “Kambing jadi favorit terutama Sabtu dan Ahad karena banyak yang akikah di hari itu,” jelasnya.

Bandingan dengan kondisi saat ini atau setelah adanya penutupan sementara ini. Kambing akikah yang dijual tidak sampai setengahnya atau hanya berkisar 20 ekor sampai 25 ekor setiap pekan. Tidak hanya itu saja, imbas lainnya ialah banyak saat ini kandang kambing yang kosong. Sewa lahan untuk dijadikan kandang tetap harus dikeluarkan dengan rata-rata sewa sebesar Rp 7,5 juta pertahun.

“Inilah yang kami rasakan akibat dampak penutupan sementara ini. Disatu sisi kami tak bisa melayani kebutuhan akikah di Batam. Sisi lain kami juga harus membayar sewa kandang,” tuturnya.

Ali berharap dalam waktu dekat ada solusi yang terbaik dari pemerintah kepada pedagang kambing di Batam. Apalagi melihat Batam bukan daerah penghasil melainkan daerah penyuplai kambing dari luar kota. “Harus segera ada solusi. Jadi efeknya tidak hanya hewan kurban saja, kambing akikahpun juga ikut berdampak dan penutupan ini harus kita cari solusi bersama,” harap Ali yang mengaku selama ini mengirim hewan kambing dari Lampung.

Senada dengan Ali, Dedi, pengusaha kuliner daging kambing juga mengeluhkan kekosongan kambing ini. Ia mengaku, imbas dari kekosongan ini membuat dirinya tidak lagi menjual sate daging kambing. “Kemana-mana nyari kosong pak. Sudah beberapa hari ini tak jual kambing, kalau ada pun sate daging ayam saja,” tuturnya.

Dedi mengaku, kuliner sate daging kambing cukup diminati di Batam. Buktinya, beberapa hari terakhir tidak menjual banyak pelanggannya yang bertanya sate kambing tersebut. ” Ya taunya tak bisa dikirim ke Batam (kambing). Kalau gak bisa tentu harus ada solusi lain, supaya kita UMKM tetap bisa hidup,” pungkasnya. (*)

 

Reporter : Rengga Yuliandra

Update