
batampos– Pasokan ikan di Anambas kembali berangsung normal, setelah sempat menipis akibat cuaca buruk selama dua bulan.
Pantauan di Pasar Ikan di Tarempa Barat, sejumlah pedagang masing-masing menjajakan ikannya. Ikan yang dijajakan ini, merupakan hasil tangkapan nelayan pada malam hari, Minggu, (16/2).
“Ikan ini baru dari laut dek, nelayan subuh tadi antar kesini,” ujar seorang pedagang, Ana.
Ana mengatakan ikan yang diantar nelayan stoknya melimpah, didominasi oleh ikan tongkol, ikan sagai atau yang biasa disebut warga lokal ikan manyok dan ikan kakap.
BACA JUGA: Terungkap Modus Pelatih Voli di Tanjungpinang Cabuli 9 Anak Lelaki: Pura-pura Memberikan Pijatan
“Tiga jenis ikan itu yang banyak. Kalau ikan lain, jarang yang antar. Paling untuk di ekspor ke luar negeri,” jelas Ana.
Untuk harganya, kata dia, ikan tongkol ukuran kecil seharga Rp 15 ribu per 3 ekor. Sedangkan untuk ukuran besar Rp 35 ribu per ekornya. Kemudian, untuk harga ikan manyok dikisaran Rp 40 ribu per 3 ekor.
“Kalau ikan kakap Rp 20 ribu per 5 ekor. Harga sudah murah, normallah dibandingkan pas cuaca buruk kemarin,” kata dia.
Meski stok ikan melimpah, Ana mengeluhkan daya beli saat ini kurang. Hal ini dikarenakan mayoritas pembeli didominasi pegawai honorer di Pemkab Anambas sedang tidak terima gaji.
“Ya seperti itulah, kan banyak pegawai (honorer) tak bergaji. Jadi kurang daya beli. Paling yang beli orang-orang swasta dan pekerja serabutan saja,” tutur Ana.
Jika kondisi ini terus terjadi, ia takut ikan-ikan yang dijualnya tak laku dan pendapatan berkurang.
“Kalau ikan laku, susah juga kita mau antar ke toke ikan karena sudah tak segar lagi. Mau tak mau ya dibuang lah. Semoga lah kondisi ini tak berlangsung lama,” pungkas Ana. (*)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Artikel Stok Ikan di Anambas Melimpah, Daya Beli Masyarakat Kurang pertama kali tampil pada Kepri.
