
batampos – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu penggerak utama roda perekonomian Kota Batam. Berdasarkan data Sensus Ekonomi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau, jumlah UMKM di Batam tercatat sebanyak 75.575 unit hingga akhir 2024.
UMKM di Batam paling banyak bergerak di sektor kuliner, yang dinilai paling adaptif terhadap permintaan pasar dan relatif mudah untuk dikembangkan. Dengan jumlah yang besar tersebut, sektor UMKM mampu menyerap 156.997 tenaga kerja, memberikan kontribusi signifikan terhadap pengurangan pengangguran dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Kota Batam, Hendri Arulan, mengatakan, geliat UMKM di Batam terus tumbuh meskipun berada di tengah tantangan ekonomi global dan nasional.
Baca Juga: Dukung UMKM Naik Kelas, Pemko Batam Luncurkan Program Pinjaman Modal Tanpa Bunga
“UMKM menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Kuliner tetap menjadi primadona karena akses bahan baku mudah, pasar terbuka, dan fleksibel dikelola oleh rumah tangga,” ujar Hendri, Kamis (16/5).
Ia menjelaskan, berdasarkan pendataan Dinas KUKM Batam hingga 30 April 2025, terdapat 1.748 pelaku usaha aktif binaan Dinas KUKM Batam. Terdiri dari, 1.376 pelaku usaha kuliner, 199 pelaku industri kreatif, 88 pelaku usaha jasa, 46 pelaku usaha obat tradisional, 11 pelaku usaha pertanian dan peternakan dan satu pelaku usaha perikanan.
Ia menambahkan bahwa pelaku usaha mikro sangat rentan terhadap perubahan ekonomi. Penurunan daya beli masyarakat, kenaikan harga bahan baku, hingga keterbatasan pembiayaan menjadi kendala yang masih sering dihadapi pelaku UMKM.
“Karakteristik UMKM itu sangat bergantung pada stabilitas ekonomi. Begitu ada krisis, iklim usaha mereka cepat terganggu,” ungkapnya.
Untuk mendukung keberlangsungan UMKM, pemerintah telah menyalurkan berbagai bantuan pembiayaan. Selain Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan dana bergulir, Pemerintah Kota Batam juga tengah menyiapkan program pinjaman tanpa bunga yang akan diluncurkan pada tahun 2025.
“Dulu bank meminta jaminan untuk pencairan pinjaman, tapi Pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota meminta agar tidak ada jaminan, karena bunga akan ditanggung oleh pemerintah. Ini sebagai bentuk keberpihakan pada pelaku usaha mikro,” jelas Hendri.
Selain UMKM, sektor koperasi juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Batam saat ini memiliki sekitar 1.300 koperasi, namun hanya sekitar 120 koperasi yang masih aktif menjalankan kegiatan usaha secara reguler.
Menurut Hendri, pembinaan koperasi ke depan akan difokuskan pada peningkatan kualitas kelembagaan dan digitalisasi usaha agar lebih adaptif dan transparan dalam pengelolaan.
“Yang kami dorong adalah koperasi yang sehat, aktif, dan bisa memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya. Bukan hanya sekadar ada nama tapi tidak ada kegiatan,” tegasnya. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra
Artikel Didominasi Sektor Kuliner, UMKM di Batam Capai 75 Ribu, Serap 156 Ribu Tenaga Kerja pertama kali tampil pada Metropolis.
