Minggu, 11 Januari 2026

7 UMKM Kepri Unjuk Gigi di FESyar Sumatera 2025

Berita Terkait

Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) turut ambil bagian dengan membawa tujuh brand UMKM lokal yang telah lolos kurasi ekonomi dan keuangan syariah (Ekraf Syariah). F. Fiska Juanda/Batam Pos

batampos – Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2025 yang digelar Bank Indonesia di Lampung City Mall menjadi ajang unjuk gigi bagi pelaku usaha kreatif dari berbagai daerah.

Tak mau ketinggalan, perwakilan dari Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) turut ambil bagian dengan membawa tujuh brand UMKM lokal yang telah lolos kurasi ekonomi dan keuangan syariah (Ekraf Syariah).

Farkhana, perwakilan FESyar dari Kepri, mengatakan bahwa ketujuh brand tersebut merupakan produk unggulan dan kebanggaan masyarakat Kepri. Beberapa di antaranya bahkan sudah dikenal luas hingga menembus pasar ekspor.

“Kita membawa tujuh merek terbaik yang sudah terkurasi di tingkat lokal, dan kini tampil di FESyar Sumatera. Ini adalah kesempatan luar biasa untuk memperkenalkan Kepri sebagai pusat ekonomi kreatif syariah yang berkembang pesat,” kata Fakhrana di sela-sela kegiatan, Jumat (20/6).

Ketujuh brand tersebut adalah Al Rafi, Rondald Moreno, Althafunissa, NVSKJ, Prana Living by Putri Anjani, DYSYNY, dan Metam0rposis by Najmi. Masing-masing membawa ciri khas Kepri dalam desain maupun nilai-nilai syariah yang diusung dalam proses produksi.

“Teman-teman desainer dari Kepri jadi pusat perhatian di sini. Banyak yang penasaran dan kagum karena produk kita ternyata bisa bersaing dan diminati di luar daerah. Ini membanggakan,” ujar Farkhana.

FESyar Sumatera 2025 sendiri merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Road to Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang digelar Bank Indonesia untuk mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di berbagai wilayah.

Tahun ini, FESyar mengangkat tema Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Memperkuat Stabilitas dan Kemandirian Ekonomi Regional,

menghadirkan berbagai kegiatan mulai dari, showcase UMKM halal, talkshow edukatif hingga bazar kuliner.

Partisipasi Kepri dalam ajang ini bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi syariah yang memiliki potensi besar. Dengan semangat kolaborasi dan dukungan berbagai pihak, Kepri menegaskan komitmennya dalam membangun ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan. (*)

Update