Sabtu, 4 April 2026

Minat Baca Rendah, Indonesia di Posisi Bawah dalam Survei Literasi Dunia

Berita Terkait

Ilustrasi literasi
Ilustrasi. F. Radar Bojonegoro

batampos – Membaca menjadi salah satu aktivitas positif untuk memperluas wawasan. Buku yang dibaca pun beragam, mulai dari fiksi hingga nonfiksi. Meski tingkat melek huruf di Indonesia tergolong tinggi, minat baca masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

Indonesia dikenal sebagai negara berkembang dengan jumlah penduduk besar, namun minat baca masyarakatnya masih sangat rendah.

Berdasarkan data UNESCO yang dikutip dari situs The Global Economy, Rabu (30/7), tingkat literasi orang dewasa (usia 15 tahun ke atas) di Indonesia telah mencapai 96 persen per tahun 2020. Angka ini lebih tinggi dibanding rata-rata global yang berada di 86,5 persen.

Namun dari sisi minat baca, hasilnya berbanding terbalik. Survei PISA 2018 oleh CECD menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat ke-73 dari 79 negara dalam hal kemampuan membaca siswa.

Bahkan, studi dari Central Connecticut State University pada 2016 menempatkan Indonesia di posisi ke-60 dari 61 negara dalam hal minat baca.

“Minat baca masyarakat hanya 0,001. Artinya, hanya satu dari seribu orang yang benar-benar gemar membaca,” tulis laporan tersebut.

Data terbaru dari Comparedoo tahun 2024–2025 juga mencatat bahwa Indonesia berada di posisi ke-99 dari sekitar 200 negara, dengan tingkat literasi 96 persen.

Ini menandakan bahwa tingginya angka melek huruf belum berbanding lurus dengan kualitas literasi masyarakat secara menyeluruh.

Pakar pendidikan menilai bahwa rendahnya minat baca masyarakat Indonesia disebabkan oleh minimnya akses bahan bacaan, kurangnya budaya membaca di lingkungan rumah, dan ketergantungan pada konten digital yang bersifat visual dan cepat saji.

Upaya meningkatkan literasi perlu dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat. Pengadaan lebih banyak ruang baca publik, gerakan literasi di sekolah, serta kebiasaan membaca di rumah perlu digencarkan agar budaya literasi benar-benar tumbuh di era digital saat ini. (*)

Reporter: Juliana Belence 

Artikel Minat Baca Rendah, Indonesia di Posisi Bawah dalam Survei Literasi Dunia pertama kali tampil pada News.

Update