
batampos – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah berjalan lima hari di Kecamatan Seri Kuala Lobam mulai berdampak pada pedagang kantin sekolah. Sejumlah pedagang mengaku merugi karena dagangan nasi mereka sepi pembeli.
Romi, pedagang di kantin SDN 006 Seri Kuala Lobam, mengatakan awalnya ia bisa meraup sekitar Rp60 ribu per hari dari jualan nasi liwet seharga Rp2.000 per porsi. Namun sejak program MBG dimulai, pembeli berkurang drastis.
“Biasanya Rp100 ribu-an per hari, sekarang tinggal puluhan ribu saja,” ujar Romi, Selasa (23/9).
Romi kini memutuskan berhenti berjualan nasi dan beralih menawarkan kue, sosis bakar, minuman, serta jajanan lain.
Hal serupa dialami Radiah, pedagang lain di sekolah yang sama. Sebelum program MBG, ia biasa menjual 20 porsi nasi dan 15 porsi bubur sumsum dengan harga Rp2.000 per porsi. Kini dagangannya hampir tak tersentuh.
“Kalau dulu anak-anak nyari nasi dan bubur, sekarang sudah dapat MBG, jadi dagangan saya tidak laku,” keluh Radiah.
Ia pun terpaksa hanya menjual kue dengan penghasilan jauh berkurang, dari Rp100 ribu per hari menjadi puluhan ribu. “Harapannya ada perhatian pemerintah untuk pedagang kecil seperti kami,” ucapnya pasrah.
Sementara itu, seorang siswa penerima manfaat MBG di SDN 006 mengaku sejak adanya program tersebut ia tak perlu lagi membawa bekal dari rumah. Meski begitu, ia masih diberi uang jajan Rp3.000 per hari oleh orang tuanya untuk membeli makanan ringan di sekolah. (*)
Reporter: Slamet Nofasusanto
Artikel Imbas Program MBG, Jualan Nasi di Kantin Sekolah Seri Kuala Lobam Sepi pertama kali tampil pada Kepri.
