
batampos – Rencana pembangunan sirkuit balap mobil Formula 1 (F1) di kawasan wisata Lagoi, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) masih sebatas wacana. Hingga kini, pembahasan lanjutan pembangunan sirkuit internasional tersebut belum juga dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri.
Kondisi ini memunculkan tanda tanya publik, apakah proyek sirkuit F1 di Bintan memang sudah direncanakan matang atau hanya sebatas manuver politik.
Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Barenlitbangda) Kepri, Aries Fhariandi, mengakui belum ada perkembangan terbaru terkait proyek tersebut.
“Dulu memang ada pembahasan, namun update terbaru tidak tahu seperti apa,” kata Aries saat dikonfirmasi, Rabu (1/10).
Menurut Aries, gagasan pembangunan Bintan International Circuit awalnya diinisiasi oleh PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) pada tahun 2022 lalu. Bahkan, Pemprov Kepri sempat melakukan pembicaraan dengan pemerintah pusat. Namun, setelah itu, pembahasan mandek tanpa kejelasan.
“Yang jelas sudah ada penjajakan. Namun harus ada pembahasan lebih lanjut, bahkan investor yang akan terlibat juga belum tahu berapa banyak,” ujarnya.
Aries menambahkan, pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab pembahasan lanjutan proyek ini tidak kunjung dilakukan. “Sekarang memang belum bisa jawab, saya harus update dulu perkembangannya,” pungkasnya.
Diketahui, Bintan International Circuit sempat diproyeksikan menjadi sirkuit dengan konsep hijau karena lokasinya berdekatan dengan kawasan konservasi hutan bakau di Lagoi.
Dengan konsep ramah lingkungan, sirkuit F1 Bintan digadang-gadang selaras dengan isu prioritas G20 di Indonesia yang menekankan pembangunan berkelanjutan. (*)
Reporter: M. Ismail
Artikel Mimpi Sirkuit Formula 1 di Bintan Belum Terwujud, Begini Penjelasan Pemprov Kepri pertama kali tampil pada Kepri.
