Selasa, 7 April 2026

Meteor Cukup Besar Jatuh di Laut Jawa, BRIN Berikan Penjelasan

Berita Terkait

Foto beredar dengan narasi sebuah meteor yang jatuh di wilayah Cirebon Foto : ist net

batampos – Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaludin membenarkan adanya meteor yang melintas di wilayah Kuningan dan Cirebon pada Minggu, (5/10) malam. Hal itu ia simpulkan berdasarkan kesaksian warga dan laporan BMKG Cirebon.

“Saya menyimpulkan itu adalah meteor cukup besar yang melintas memasuki wilayah Kuningan,” ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Senin (6/10).

Ia mengatakan, meteor yang cukup besar itu ditandai dengan adanya dentuman yang didengar warga di wilayah Kuningan dan Kabupaten Cirebon.

“Terdeteksi adanya getaran oleh BMKG Cirebon (ACJM) pada pukul 18:39:12 WIB,” tuturnya.

Adapun jatuhnya meteor itu sendiri, Thomas mencatat bahwa batuan besar itu jatuh di Laut Jawa.

Thomas memastikan tak ada dampak kerusakan akibat meteor yang melewati langit Kuningan hingga Kabupaten Cirebon. Meteor itu kemudian diketahui jatuh di Laut Jawa, Minggu (5/10) malam.

“Tidak ada dampak kecuali gangguan dari gelombang kejutnya,” ujarnya kepada JawaPos.com, Senin (6/10).

Hanya saja, dampak dari gangguan gelombang kejut meteor yang melewati langit Cirebon disebut Thomas tak terlalu besar.

“Kalau ukuran yang lebih besar lagi, seperti yang terjadi di Chelyabinsk, Rusia pada 2013 (ukuran 17 meter) gelombang kejutnya merusakkan bangunan,” tuturnya.

“Kalau yang agak kecil, seperti di Bone 2008 (ukuran 10 meter) hanya menggetarkan jendela kaca rumah,” sambung Thomas.

Ia menegaskan bahwa fenomena jatuhnya meteor ke bumi yang terlihat di langit Cirebon merupakan hal wajar.

“Batuan di antariksa sangat banyak. Sewaktu-waktu ada yang berpapasan dengan bumi yang terlihat sebagai meteor. Semakin besar ukurannya, semakin jarang terjadinya,” pungkas Thomas. (*)

Artikel Meteor Cukup Besar Jatuh di Laut Jawa, BRIN Berikan Penjelasan pertama kali tampil pada News.

Update