Minggu, 5 April 2026

Jalan Pesisir Desa Lanjut Tergerus Ombak, Warga Pasang Karung Pasir

Berita Terkait

Kondisi jalan di Desa Lanjut, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, rusak akibat dihantaman ombak, Minggu (18/1). F. Vatawari/Batam Pos

batampos – Akses jalan penghubung masyarakat Dabo menuju Pelabuhan Jagoh di Desa Lanjut, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, semakin memprihatinkan. Ruas jalan yang berada persis di tepi pantai itu terus tergerus ombak laut hingga amblas, memaksa warga memasang karung berisi pasir sebagai penahan sementara.

Kerusakan jalan tersebut diketahui sudah terjadi sejak akhir 2022 dan terus bertambah parah. Kondisi kian diperburuk oleh banjir rob yang melanda wilayah pesisir Lingga pada Desember 2025, ditambah gelombang tinggi akibat musim angin utara.

Pantauan di lapangan, warga secara swadaya mengisi pasir ke dalam karung bekas dan menyusunnya di sisi jalan yang amblas. Langkah darurat ini dilakukan untuk menahan hantaman ombak agar kerusakan tidak meluas.

Baca Juga: Tradisi Unik Isra Mi’raj di Lingga, Warga Kampung Suak Rasau Doa dan Makan Bersama

Kepala Desa Lanjut, Abu Samah, mengatakan hampir setiap musim angin utara, ruas jalan tersebut kembali mengalami kerusakan akibat gelombang laut yang besar.

“Kerusakan sudah terjadi sejak akhir 2022. Setiap musim angin utara, jalan ini terus tergerus ombak. Hingga akhir 2025 kemarin, kondisinya semakin parah dan belum ada perbaikan,” ujar Abu Samah, Minggu (18/1).

Ia menjelaskan, ruas jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat. Namun, proses pengusulan perbaikan tetap harus melalui Pemerintah Kabupaten Lingga.

“Kalau tidak diusulkan oleh Pemkab Lingga, meskipun itu kewenangan pusat, jalan ini tidak akan diperbaiki,” jelasnya.

Menurut Abu Samah, pihak desa sudah berulang kali mengusulkan pembangunan penahan ombak melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Ia menilai pembangunan penahan ombak harus menjadi prioritas sebelum perbaikan badan jalan dilakukan.

Baca Juga: Program MBG di Lingga: 10 Dapur SPPG Rampung, Operasional Tunggu Juknis BGN

“Seharusnya dibangun dulu penahan ombak, baru jalannya diperbaiki. Karena kerusakan utama berasal dari hantaman ombak, apalagi posisi jalan ini sangat dekat dengan bibir pantai,” ungkapnya.

Karena belum ada tindak lanjut dari pemerintah, warga bersama pemerintah desa akhirnya bergotong royong membuat penahan ombak darurat menggunakan karung pasir.

“Kalau tidak dilakukan langkah sementara ini, lama-lama jalan bisa terputus dan aktivitas masyarakat akan sangat terganggu,” pungkas Abu Samah. (*)

Artikel Jalan Pesisir Desa Lanjut Tergerus Ombak, Warga Pasang Karung Pasir pertama kali tampil pada Kepri.

Update