
batampos – Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, akhirnya angkat bicara terkait sorotan publik atas sikap emosionalnya saat menghadapi aksi unjuk rasa warga Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, yang memprotes krisis air bersih di depan Kantor BP Batam, pekan lalu.
Amsakar menegaskan, reaksi emosional tersebut merupakan yang pertama sepanjang perjalanan kariernya di pemerintahan.
“Selama 27 Tahun ini pernah gak saya seperti itu,” kata Amsakar sambil mengangguk dan tersenyum kecil saat ditemui Rabu (28/1) siang
Ia menekankan, selama 27 tahun mengabdi di pemerintahan, dirinya tidak pernah merespons aksi massa dengan emosi seperti yang terjadi dalam demo warga Tanjung Sengkuang.
Saat ditanya apa yang menjadi pemicu sikap tersebut, Amsakar mengaku telah melakukan evaluasi dan mencoba memahami berbagai bentuk aksi yang selama ini ia hadapi. Namun, ia menilai aksi kali ini memiliki pola yang berbeda dari biasanya.
“Yang ini agak aneh. Saya kan setiap saat terima rekan-rekan mahasiswa. Forum yang paling tepat barangkali di dialog. Biasa kalo demo sudah menyampaikan pendapat kita respon lalu ada petisi,” ujarnya.
Menurut Amsakar, ketika pemerintah sedang berbicara dan membuka ruang komunikasi, maka forum yang digunakan seharusnya audiensi. “Kalo kita sedang berbicara itu forumnya audiensi. Sadakallahullazim,” kata dia.
Di tengah polemik tersebut, Amsakar menyebut pihaknya kini fokus melakukan langkah konkret di lapangan. Ia mengaku telah menginstruksikan jajaran BP Batam untuk turun langsung ke wilayah-wilayah yang terdampak krisis air bersih.
“Semalam saya minta buk Tuty (Deputi Pelayanan Umum) hari Jumat dengan pak Yus supaya turun dulu ke Tanjung Uma. Kemarin juga ada tim pendahuluan turun ke Tiban Taman Sari Hijau,” kata dia.
Amsakar menyebut, saat ini terdapat sekitar 18 titik wilayah di Batam yang mengalami kesulitan air bersih. Seluruh titik tersebut mulai didatangi tim BP Batam agar kondisi di lapangan dapat dilihat secara langsung dan penanganannya disesuaikan dengan kebutuhan warga.
“Kalo harus di angkut tujuh truk ya tujuh truk. Kira-kira begitu,” ujar Amsakar.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa BP Batam mengklaim tengah menggeser pendekatan dari sekadar respons administratif ke upaya penanganan langsung di lapangan, di tengah meningkatnya tekanan publik atas krisis air bersih yang berkepanjangan di sejumlah wilayah Kota Batam.
Sementara itu, Priyono, Ketua RT 1 RW 4 Tanjung Uma, Kecamatan Lubukbaja, menegaskan krisis air bersih di wilayahnya belum juga teratasi sejak pergantian pengelola dari PT Moya ke Air Batam Hilir (ABH). Selama banyak bulan, warga terpaksa membeli air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kalau untuk air harian, kami beli ke warga lain yang airnya masih mengalir. Harganya Rp15 ribu per drum,” kata Priyono kepada Batam Pos, Rabu (28/1) siang.
Menurutnya, air bersih di wilayah tersebut sudah lama tidak mengalir lancar. Berbagai upaya pengaduan telah dilakukan, baik ke pihak ABH maupun BP Batam, namun hingga kini belum membuahkan solusi konkret.
“Saye dah beberapa kali datang ngadu ke ABH maupun ke BP Batam, tapi belum ada penyelesaian,” ujarnya.
Priyono menyebut, pihak BP Batam sempat turun ke lokasi, terakhir pada Desember 2025 lalu. Namun, kunjungan tersebut dinilai belum diikuti langkah nyata di lapangan. Hingga saat ini, warga masih harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan dasar.
“Ada BP Batam ke lokasi, tapi tak ade pergerakannya. Cuma lihat-lihat saja. Kebetulan saya Ketua RT di wilayah ini. Bantu lah kami bang,” katanya.
Ia menambahkan, krisis air bersih hampir merata dirasakan warga di Kelurahan Tanjung Uma. Namun, distribusi air melalui mobil tangki pun tidak sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah.
“Kalau yang di darat, lori air masih bisa masuk. Tapi kami yang di pelantar setelah pasar, lori tak mau masuk,” ungkap Priyono prihatin.
Sementara itu, kondisi berbeda disampaikan Moddin Liwang, Ketua RW 02 Tanjung Sengkuang, Batuampar. Ia menyebut pasokan air bersih di wilayahnya sudah mulai kembali normal usai paska demo di depan kantor BP Batam pekan lalu
“Kalau di RW 02 sudah aman,” katanya singkat saat dihubungi.(*)
Artikel Amsakar Akui Emosi Hadapi Demo Air Bersih: Demo Kali Ini Aneh! pertama kali tampil pada Metropolis.
