
batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mematangkan persiapan hari puncak Kepri Ramadan Fair (Kurma) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 2-8 Maret mendatang di Tanjungpinang.
Event tahunan tersebut ditargetkan mampu mendorong perputaran ekonomi sekaligus mengangkat pelaku UMKM di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat bersama instansi terkait guna memastikan kesiapan pelaksanaan puncak Kurma 2026.
Menurutnya, acara penutupan Kurma 2026 direncanakan akan dihadiri Menteri Dalam Negeri serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI.
“Semoga semua bisa hadir pada penutupan acara Kurma ini,” ujar Ansar, Jumat (20/2).
Ia menjelaskan, Kurma 2026 akan berfokus pada pelayanan publik, bazar Ramadan, serta berbagai perlombaan yang berkolaborasi dengan perbankan. Selain itu, produk halal unggulan Kepri juga akan ditampilkan dalam kegiatan tersebut.
“Nanti produk-produk halal yang kita punya akan kita tampilkan di kegiatan tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kepri, Luki Zaiman Prawira, mengatakan Kurma 2026 juga akan dimeriahkan dengan berbagai lomba bernuansa Islami dan budaya.
“Lomba-lomba itu seperti lomba sholawat, dai cilik, marawis dan juga lomba berbalas pantun,” ujarnya.
Pemprov Kepri berharap pelaksanaan Kurma 2026 tidak hanya menjadi agenda seremonial Ramadan, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan UMKM dan ekonomi masyarakat Tanjungpinang. (*)
Artikel Puncak Kurma 2026 di Tanjungpinang Targetkan Dongkrak UMKM dan Ekonomi Daerah pertama kali tampil pada Kepri.
