
batampos – Operasi Pasar Murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Bintan di Pasar Baru Tanjunguban, Jumat (13/3), disambut antusias masyarakat. Warga, terutama ibu rumah tangga, tampak memadati lokasi untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Sejumlah komoditas seperti beras SPHP seharga Rp58.000 per 5 kilogram hingga minyak goreng MinyaKita Rp14.000 per liter menjadi produk yang paling diminati dan cepat habis dibeli warga.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, mengatakan kegiatan operasi pasar murah ini bertujuan menjaga stabilitas harga bahan pokok serta daya beli masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Menurutnya, berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, harga bahan pokok di lapangan masih relatif stabil dan sebagian besar masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Ketersediaan bahan pokok juga mencukupi hingga pasca lebaran nantinya,” kata Ronny.
Operasi pasar murah tersebut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Alfamart, Indomaret, CV RBA, PT BKss, Japfa Group, Bulog, serta para pengusaha unggas di Bintan.
Berbagai bahan pokok yang dijual dalam kegiatan ini antara lain beras SPHP, beras Harumas, gula pasir, minyak goreng, ayam potong, telur ayam, hingga tepung premium.
Selain meninjau pelaksanaan operasi pasar, Ronny juga menyempatkan diri berkeliling ke sejumlah lapak pedagang di sekitar pasar serta toko sembako. Ia berdialog langsung dengan pedagang untuk mengetahui kondisi harga, pasokan distributor, serta daya beli masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat membeli bahan pokok dengan harga yang stabil dan terjangkau,” ujarnya.
Kapolres Bintan, Argya Satria Bhawana, turut meninjau kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen aparat keamanan dalam menjaga ketertiban masyarakat selama Ramadan dan menjelang Idulfitri.
Ia mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Jangan panic buying, karena kami bersama pemerintah daerah terus memantau agar stok pangan di Bintan tetap mencukupi dan harganya tetap stabil,” ujarnya.
Argya juga menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus mengawal jalur distribusi pangan di wilayah Bintan guna mencegah praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat. (*)
Artikel Warga Serbu Operasi Pasar Murah di Tanjunguban, Beras dan Minyak Goreng Ludes pertama kali tampil pada Kepri.
