Senin, 6 April 2026

Gerbang Lampu Colok Bandara Dabo Singkep Jadi Ikon Dadakan Malam Tujuh Likur

Berita Terkait

Gerbang lampu colok di Bandara Dabo Singkep menjadi ikon dadakan warga Dabo Singkep untuk berfoto dan merekam video pada Malam Tujuh Likur, Senin (16/3). F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Tradisi Malam Tujuh Likur kembali menghidupkan suasana Ramadan di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga. Cahaya lampu colok menghiasi jalanan dan halaman rumah warga, menciptakan suasana hangat dan meriah.

Namun pada Ramadan 1447 Hijriah kali ini, perhatian warga tertuju pada gerbang lampu colok yang dibangun di kawasan Bandara Dabo Singkep.

Gerbang tersebut tampil mencolok dengan susunan pelita yang rapi dan desain artistik, hingga menjadi ikon dadakan bagi masyarakat yang melintas.

Sejak malam hari, warga tampak memadati lokasi untuk menyaksikan keindahan gerbang lampu colok. Banyak di antaranya sengaja berhenti untuk berfoto dan merekam video.

Beberapa pejabat daerah juga terlihat hadir, di antaranya Wakil Bupati Lingga Novrizal, Kajari Lingga Rully Afandi, Kapolres Lingga Pahala Martua Nababan, serta Camat Singkep Agustiar.

Kehadiran mereka turut menambah semarak suasana, meski perhatian utama tetap tertuju pada keindahan cahaya pelita.

Salah seorang warga, Ilwa, mengaku kagum dengan tampilan gerbang tersebut.

“Perpaduan tradisi lampu colok dengan karya seni tiga dimensi menghasilkan pemandangan yang sangat indah,” ujarnya, Senin (16/3).

Hal senada disampaikan warga lainnya, Resya, yang menilai gerbang lampu colok tersebut berbeda dari yang lain.

“Banyak gerbang lampu colok di Dabo, tapi yang ini paling menarik. Gambaran masjidnya seperti nyata,” katanya.

Kepala Bandara Dabo Singkep, Indra Rohman, mengatakan pembangunan gerbang lampu colok ini bertujuan untuk ikut memeriahkan tradisi Malam Tujuh Likur.

Menurutnya, tradisi tersebut merupakan bagian penting dari budaya masyarakat Melayu yang harus terus dilestarikan.

“Kami ingin ikut meramaikan Malam Tujuh Likur agar masyarakat bisa menikmati suasana Ramadan yang khas,” ujarnya.

Ia juga mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat yang datang menikmati keindahan gerbang tersebut.

“Yang penting masyarakat bisa menikmati dengan aman dan tertib,” tambahnya.

Tradisi lampu colok sendiri telah menjadi bagian tak terpisahkan dari Ramadan di wilayah Kepulauan Riau, khususnya di Dabo Singkep. Kehadiran gerbang lampu colok di kawasan bandara tahun ini menjadi warna baru yang memperkaya tradisi tersebut. (*)

Artikel Gerbang Lampu Colok Bandara Dabo Singkep Jadi Ikon Dadakan Malam Tujuh Likur pertama kali tampil pada Kepri.

Update