
batampos – Isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Lingga, khususnya di wilayah Dabo Singkep, memicu keresahan masyarakat. Kondisi ini dipicu oleh berhentinya operasional SPBU Dabo Singkep selama hampir sepekan akibat kehabisan stok.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga melalui Bidang Ekonomi Sekretariat Daerah bergerak cepat dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah kios bensin di Dabo Singkep dan Singkep Barat, Kamis (2/4).
Kepala Bagian Ekonomi Setda Lingga, Ardiansyah, turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi riil ketersediaan BBM di masyarakat.
Dari hasil pemantauan, ketersediaan BBM jenis pertalite di wilayah tersebut dipastikan masih dalam kondisi aman dan terkendali. Ia menilai kepanikan warga dipicu oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Sebagian hanya mendengar isu yang tidak pasti, lalu berbondong-bondong menyetok pertalite, namun tidak langsung disalurkan ke masyarakat,” ujar Ardiansyah.
Ia menegaskan, praktik penahanan stok oleh sejumlah kios justru memperkeruh situasi dan memicu kepanikan di tengah masyarakat. Dalam sidak tersebut, pihaknya langsung memberikan teguran kepada pemilik kios agar tidak menahan BBM.
“Kami sudah sampaikan bahwa tidak ada kenaikan harga BBM, jadi tidak ada alasan untuk menahan barang. Silakan langsung disalurkan ke masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Pemkab Lingga juga memastikan pasokan BBM dari SPBU akan segera kembali normal dalam waktu dekat. Hal ini diharapkan dapat meredam kekhawatiran masyarakat terkait isu kelangkaan.
“Insyaallah tanggal 4 April stok dari SPBU kembali masuk. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tambahnya.
Pemkab Lingga mengimbau masyarakat untuk tidak panik serta tetap membeli BBM sesuai kebutuhan, agar distribusi tetap berjalan lancar dan merata. (*)
Artikel Warga Resah Isu BBM Langka, Pemkab Lingga Tegur Kios Penahan Stok pertama kali tampil pada Kepri.
