Sabtu, 11 April 2026

Kisah Terakhir Helmi Sebelum Tewas Kecelakaan di Bintan, Sempat Salami Guru dan Teman

Berita Terkait

Sosok Muhammad Helmi semasa hidup, pelajar SMKN 1 Seri Kuala Lobam yang meninggal dunia akibat kecelakaan di Bintan. F. Jefri Tampubolon untuk Batam Pos.

batampos – Kepergian Muhammad Helmi, pelajar SMK Negeri 1 Seri Kuala Lobam yang meninggal dunia akibat kecelakaan di Jalan Indunsuri, Tanjunguban, menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan pihak sekolah.

Helmi yang merupakan siswa kelas 12 dikenal sebagai sosok rajin dan terampil, khususnya di jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR).

Wakil Kepala Kurikulum SMKN 1 Seri Kuala Lobam, Jefri Tampubolon, mengatakan pihak sekolah sangat kehilangan sosok Helmi yang menjadi salah satu siswa andalan.

“Helmi merupakan siswa yang rajin dan terampil, terutama di jurusan TKR,” ujarnya, Selasa (7/4).

Ia menjelaskan, Helmi baru saja menyelesaikan praktik kerja lapangan (PKL) selama enam bulan di kawasan industri Lobam, termasuk di PT Singatac dan CV Taketama melalui program kelas industri.

Hari kejadian menjadi momen pertama Helmi kembali ke sekolah setelah menyelesaikan masa magang.

“Jadi hari itu pertama dia kembali ke sekolah setelah selesai magang,” katanya.

Namun, ada momen yang tak biasa sebelum kepergian Helmi. Jefri mengaku sempat merasa ada firasat saat melihat perilaku Helmi di hari tersebut.

“Dia menyalami semua teman dan guru, tidak seperti biasanya,” ungkapnya.

Pada hari itu, Helmi bersama teman-temannya mengikuti persiapan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang dijadwalkan berlangsung pada 13 April 2026. Setelah kegiatan pra-UKK, para siswa dipulangkan lebih awal sekitar pukul 11.30 WIB.

“Ujian tertulis sudah selesai, tinggal UKK, lalu pengumuman kelulusan pada 4 Mei. Tapi nasib berkata lain,” katanya.

Guru produktif TKR, Agung Mario Putra, didampingi Herlina Yumitra, mengenang Helmi sebagai siswa yang aktif dan memiliki keterampilan praktik yang baik.

“Dia jago las dan pengecatan. Bahkan sering bertanya apakah ada proyek yang bisa dia bantu, termasuk di akhir pekan,” ujar Mario.

Sebelumnya diberitakan, Helmi mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor Honda Karisma dan berboncengan dengan temannya. Kendaraan yang ditumpangi terlibat tabrakan dengan mobil Toyota Calya.

Korban sempat dilarikan ke RSJKO Engku Haji Daud untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong.

Kepergian Helmi menjadi pukulan berat bagi keluarga, teman, dan para guru yang mengenalnya sebagai pribadi yang baik dan penuh semangat. (*)

Artikel Kisah Terakhir Helmi Sebelum Tewas Kecelakaan di Bintan, Sempat Salami Guru dan Teman pertama kali tampil pada Kepri.

Update