
batampos – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam kembali menghadirkan Kenduri Seni Melayu tahun ini dengan konsep lebih luas dan inklusif. Tak hanya terpusat di satu lokasi, rangkaian kegiatan akan diawali dengan tiga tahap “Jelang Kenduri” yang melibatkan sanggar seni dari seluruh kecamatan di Batam.
Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Batam, Samson Rambah Pasir, mengatakan konsep ini sengaja dirancang untuk memberi ruang lebih besar bagi pelaku seni lokal agar bisa tampil dan berkembang.
“Tahun ini kita buat tiga kali Jelang Kenduri. Ini untuk memberikan panggung kepada sanggar-sanggar seni di kecamatan. Jadi tidak hanya tampil di puncak saja, karena waktunya terbatas,” ujarnya, Kamis (9/4).
Ia menjelaskan, Jelang Kenduri pertama akan digelar pada 18–19 April di lapangan Sentosa Perdana (SP), melibatkan kelompok seni dari Kecamatan Sagulung, Batuaji, Sekupang hingga Belakangpadang.
Kemudian Jelang Kenduri kedua direncanakan berlangsung di kawasan Tanjunguma, dengan partisipasi sanggar dari Lubukbaja, Batuampar, Batam Kota, dan Bengkong. Sementara Jelang Kenduri ketiga akan digelar di Sungai Beduk, menampilkan kelompok seni dari Sungai Beduk, Nongsa, Galang, dan Bulang.
“Nantinya, kelompok terbaik dari masing-masing Jelang Kenduri akan tampil di puncak Kenduri Seni Melayu tingkat kota di Dataran Engku Putri,” jelasnya.
Menurut Samson, konsep ini diharapkan mampu mendorong sanggar seni untuk terus aktif berlatih dan berkembang. Selain itu, ajang ini juga menjadi ruang seleksi alami untuk menampilkan penampilan terbaik di puncak acara.
Di panggung Kenduri Seni Melayu, berbagai cabang seni akan ditampilkan, mulai dari tari, musik, teater, hingga sastra seperti pembacaan puisi. Tak hanya itu, seni rupa juga akan dihadirkan melalui aktivitas melukis langsung di lokasi acara dengan tema Melayu.
“Jadi masyarakat bisa melihat langsung proses berkesenian. Pelukis akan melukis di arena, sementara di panggung ada pertunjukan. Semua bertema Melayu,” tambahnya.
Selain pertunjukan seni, Disbudpar juga menggandeng pelaku UMKM untuk meramaikan acara melalui bazar kuliner di sekitar lokasi kegiatan.
Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, menegaskan bahwa Kenduri Seni Melayu tidak hanya berfungsi sebagai pelestarian budaya, tetapi juga menjadi magnet pariwisata.
“Ada dua tujuan utama. Pertama menumbuhkembangkan seni budaya Melayu di Batam. Kedua, menjadikannya sebagai daya tarik wisata,” ujarnya.
Ia menambahkan, puncak Kenduri Seni Melayu akan diarahkan untuk menarik wisatawan, baik dari mancanegara maupun Nusantara. Sementara rangkaian Jelang Kenduri juga diharapkan mampu menghidupkan potensi wisata di masing-masing wilayah.
“Kita juga akan menggandeng travel agent untuk mempromosikan event ini. Jadi tidak hanya masyarakat lokal, tapi juga wisatawan bisa menikmati,” katanya.
Dengan konsep yang lebih merata dan melibatkan banyak pihak, Kenduri Seni Melayu tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi kreatif serta memperkuat identitas budaya Melayu di Kota Batam.(*)
Artikel Kenduri Seni Melayu Batam Jadi Magnet Wisata, Libatkan Seniman hingga Pelaku UMKM pertama kali tampil pada Metropolis.
