Rabu, 15 April 2026

Apindo Batam Sebut Investasi Masih Mengalir, Lowongan Kerja juga Tetap Terbuka

Berita Terkait

Ketua Apindo Kota Batam Rafky Rasyid (ANTARA/Jessica)

batampos – Di tengah hasil survei Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) pusat yang menyebut 67 persen perusahaan enggan merekrut karyawan baru, kondisi di Batam justru menunjukkan tren berbeda. Dunia usaha di daerah industri ini masih cukup optimistis, seiring derasnya arus investasi yang masuk.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Batam, Rafki Rasyid, menegaskan bahwa peluang kerja di Batam masih terbuka lebar. Hal ini didorong oleh iklim investasi yang relatif stabil dan terus berkembang.

“Untuk di Batam, masih banyak lowongan kerja yang buka. Karena investasi masih mengalir deras masuk ke Batam. Jadi lapangan pekerjaan masih terbuka,” ujar Rafki, Rabu (15/4).

Ia menjelaskan, Batam sebagai kawasan industri dan perdagangan bebas masih menjadi magnet bagi investor, khususnya di sektor manufaktur dan industri penunjang lainnya. Kondisi ini berbeda dengan sejumlah daerah lain di Indonesia yang mulai mengalami perlambatan ekspansi usaha.

Meski demikian, Rafki tidak menampik bahwa tantangan tetap ada. Pergeseran investasi dari sektor padat karya ke padat modal mulai terasa, meskipun belum signifikan mengganggu serapan tenaga kerja di Batam.

Menurutnya, sejumlah perusahaan memang mulai meningkatkan efisiensi dan penggunaan teknologi, namun kebutuhan tenaga kerja terutama di sektor manufaktur masih cukup tinggi.

“Memang ada kecenderungan ke arah efisiensi, tapi di Batam belum sampai pada tahap menghambat rekrutmen secara luas. Industri di sini masih butuh tenaga kerja,” jelasnya.

Ia juga menilai, faktor utama yang membuat Batam tetap kompetitif adalah kemudahan investasi, kawasan industri yang terintegrasi, serta kedekatan dengan pasar internasional seperti Singapura dan Malaysia.

Namun, Rafki mengingatkan bahwa daya saing Batam harus terus dijaga, terutama dalam hal regulasi ketenagakerjaan, biaya produksi, serta kepastian hukum bagi investor.

Apindo Batam, lanjutnya, terus mendorong pemerintah daerah dan pusat untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan tenaga kerja dan fleksibilitas usaha, agar investasi khususnya di sektor padat karya tetap tumbuh.

“Kalau iklim usaha tetap kondusif, investasi akan terus masuk, dan itu otomatis membuka lapangan kerja,” katanya.

Kondisi serupa juga terlihat dari data Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam. Berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam, total pencari kerja selama Januari hingga Maret 2026 terdapat 6.163 pencari kerja. Sementara itu serapan tenaga kerja lokal mencapai 2.474 pencari kerja.

Sementara itu di sepanjang Januari hingga Desember 2025 pencari kerja mencapai 29.710 orang. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 24.690 orang.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam, Yudi Suprapto, mengatakan kenaikan jumlah pencari kerja ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari pertumbuhan penduduk usia produktif hingga meningkatnya minat masyarakat untuk bekerja di sektor industri dan jasa di Batam.

“Batam masih menjadi daerah tujuan pencari kerja, baik dari dalam daerah maupun luar daerah. Ini menunjukkan Batam tetap memiliki daya tarik ekonomi,” ujar Yudi Suprapto.

Dari data tersebut, jumlah pencari kerja asal Batam pada 2025 tercatat 27.064 orang, sedangkan pencari kerja dari luar Batam sebanyak 2.646 orang. Angka ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan 2024, di mana pencari kerja asal Batam berjumlah 21.557 orang dan dari luar Batam 3.133 orang.

Yudi menjelaskan, meskipun jumlah pencari kerja meningkat, Disnaker juga mencatat adanya ribuan peluang kerja yang tersedia. Sepanjang 2025, total lowongan kerja yang tercatat mencapai 18.528 lowongan, relatif stabil dibandingkan 2024 yang mencapai 18.718 lowongan.

“Lowongan kerja sebenarnya cukup banyak, terutama dari sektor manufaktur, galangan kapal, elektronik, dan jasa. Namun, tantangannya adalah kecocokan antara kebutuhan perusahaan dan kompetensi pencari kerja,” jelasnya.

Untuk penempatan tenaga kerja, Disnaker mencatat sepanjang 2025 sebanyak 14.832 orang berhasil ditempatkan bekerja, menurun dibandingkan 2024 yang mencapai 17.593 orang. Penurunan ini, menurut Yudi, dipengaruhi oleh selektivitas perusahaan serta persaingan yang semakin ketat.

“Kami terus mendorong pencari kerja untuk meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi. Saat ini perusahaan tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga keterampilan dan etos kerja,” katanya.

Secara bulanan, lonjakan pencari kerja pada 2025 terlihat pada periode Mei hingga Juli, seiring dengan masuknya lulusan baru SMA/SMK dan perguruan tinggi ke pasar kerja. Sementara itu, penempatan tertinggi terjadi pada pertengahan tahun, mengikuti kebutuhan industri yang mulai meningkatkan produksi.(*)

Artikel Apindo Batam Sebut Investasi Masih Mengalir, Lowongan Kerja juga Tetap Terbuka pertama kali tampil pada Metropolis.

Update