
batampos – Pemerintah Kota Batam, Badan Pengusahaan Batam, Kementerian Transmigrasi, dan PT Mega Elok Graha menggelar kegiatan gotong royong memperingati Hari Bumi di kawasan Tanjung Banon, Rabu (22/4) sore.
Kegiatan tersebut diisi dengan penanaman pohon, pembersihan lingkungan, hingga gotong royong massal yang melibatkan sekitar 600 orang.
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari program Gerakan Masyarakat Hidup Bersih dan Asri (Gema Asri) yang telah dimulai sejak Februari lalu di tingkat kecamatan.
Kini, gerakan tersebut mulai diturunkan hingga ke tingkat RT dan RW, termasuk di kawasan relokasi Tanjung Banon yang menjadi salah satu wilayah pengembangan baru.
“Apa yang sudah clear hari ini hendaknya dapat di-follow up. Artinya harus ada kegiatan yang berkesinambungan. Tanjung Banon ini wilayah pengembangan baru dari kementerian transmigrasi, maka kita tidak ingin wilayah ini menjadi gersang,” ujar Amsakar.
Baca Juga: Antisipasi Panic Buying, Polsek Seibeduk Pantau Ketat SPBU dan Pasar
Menurutnya, penghijauan dan kebersihan menjadi bagian penting dalam membangun kawasan baru agar nyaman ditinggali masyarakat. Karena itu, Pemko Batam dan BP Batam mulai mendorong penanaman pohon serta kegiatan kebersihan secara rutin di wilayah tersebut.
“Maka hari inilah kita bersama-sama mulai Gema Asri ini. Untuk menjadikan wilayah ini wilayah yang sejuk, nyaman. Mudah-mudahan kalau nyaman dan sejuk, warga betah di sini,” katanya.
Amsakar menyebut hingga saat ini sudah ada 504 kepala keluarga yang menempati kawasan Tanjung Banon.
Menurutnya, pemerintah juga terus mendorong pembangunan infrastruktur pendukung agar masyarakat yang sudah direlokasi benar-benar bisa menetap dengan nyaman.
“Seiring berjalannya waktu, kita terus mendesak pembangunan infrastruktur di sini supaya orang-orang tetap di sini, betul-betul nyaman,” ujarnya.
Selain penanaman pohon dan pembersihan kawasan, kegiatan Hari Bumi itu juga dirangkai dengan pengukuhan tim kebersihan, satgas lingkungan, hingga petugas pembersih drainase.
Baca Juga: Harga Bright Gas Naik, Pertamina Patra Niaga Klaim Penyaluran LPG di Kepri Masih Normal
Amsakar menilai seluruh elemen tersebut memiliki peran penting dalam menjaga kawasan tetap bersih dan layak huni.
Ia mengatakan, hingga saat ini pemerintah dan pihak terkait sudah menanam sekitar 5.000 pohon di kawasan tersebut secara bertahap.
Pemerintah juga terus menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat, mulai dari alat tangkap untuk nelayan, bibit tanaman produktif, bantuan rumah tangga, hingga pembangunan fasilitas umum.
Beberapa infrastruktur yang sedang disiapkan di kawasan itu di antaranya pelabuhan, sekolah dasar, dan sekolah menengah pertama.
“Yang sudah kita bentangkan untuk masyarakat ini hanya soal waktu. Dalam kesempatan pertama akan kita selesaikan,” katanya.
Amsakar berharap Tanjung Banon ke depan tidak hanya menjadi kawasan relokasi, tetapi juga tumbuh menjadi lingkungan yang tertata, hijau, dan memiliki daya tarik baru di Batam.
Menurutnya, pembangunan kawasan tidak hanya soal memindahkan warga, tetapi juga memastikan kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dan berkelanjutan.
“Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang memberdayakan. Itulah yang sebenarnya terjadi di Tanjung Banon ini,” kata dia.(*)
Artikel Hari Bumi di Tanjung Banon, Pemko Siapkan Kawasan Hijau Sekaligus Sekolah dan Pelabuhan pertama kali tampil pada Metropolis.
