Selasa, 28 April 2026

Ancaman Siber Mengintai, Perbankan Kepri Tingkatkan Kewaspadaan

Berita Terkait

Forum Cyber Defense dan Fraud Prevention yang digelar di Grand Mercure Batam Centre, Senin (27/4). F.Yashinta

batampos – Maraknya kasus penipuan digital mendorong perbankan di Kepulauan Riau meningkatkan kewaspadaan. Hal itu mengemuka dalam forum Cyber Defense dan Fraud Prevention yang digelar di Grand Mercure Batam Centre, Senin (27/4).

Forum ini diikuti sekitar 170 peserta dari berbagai sektor, mulai dari perbankan, BPR, perusahaan gadai, asuransi, perusahaan sekuritas, hingga perwakilan Bank Indonesia dan divisi siber Polda Kepri.

Direktur Eksekutif Perbanas Pusat, Eka Sri Dana Afriza yang membuka seminar tersebut, menegaskan transformasi digital di sektor perbankan harus diimbangi dengan sistem keamanan yang kuat agar tidak dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.

“Dalam menghadapi dinamika tersebut, industri perbankan perlu mengedepankan pendekatan yang lebih proaktif melalui penguatan fungsi investigasi, pemanfaatan teknologi analitik, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang memahami pola-pola kejahatan keuangan modern,” tegasnya.

Baca Juga: Stunting Turun ke 1,28 Persen, Kemiskinan Ditekan, Batam Percepat Intervensi Warga Rentan

Selain itu, sinergi antara industri dan regulator menjadi faktor yang sangat penting. Kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan perlu diimplementasikan secara efektif di level operasional, sehingga tercipta standar keamanan yang kuat dan konsisten di seluruh industri perbankan, baik bank umum maupun BPR/BPRS.

“Dalam hal ini, PERBANAS sebagai asosiasi perbankan nasional memiliki peran strategis untuk menjembatani kolaborasi tersebut, sekaligus mendorong pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar pelaku industri. Forum seperti ini menjadi salah satu sarana penting untuk memperkuat kapasitas kolektif industri dalam menghadapi risiko yang semakin kompleks.

Penguatan aspek cyber defense dan pencegahan fraud tidak hanya bertujuan untuk memitigasi risiko kerugian finansial, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sistem perbankan,” jelasnya.

Sementara, Ketua Perbanas Kepri, Lenny, mengatakan forum ini bertujuan meningkatkan literasi dan kesiapsiagaan pelaku industri keuangan terhadap ancaman cyber crime.

“Ini lebih kepada edukasi. Kami menghadirkan pakar yang menjelaskan kasus nyata, bagaimana modus terjadi, serta langkah pencegahan dan penanganannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ancaman penipuan digital kini tidak hanya terjadi di sektor perbankan, tetapi juga merambah ke platform non-bank seperti e-money, paylater, hingga aset kripto.

Menurutnya, banyak nasabah yang menjadi korban karena kurang memahami modus penipuan, seperti phishing, tautan palsu, hingga aplikasi berbahaya yang disebarkan melalui pesan singkat.

“Masih banyak masyarakat yang mudah terkecoh, misalnya dengan link palsu atau file APK yang terlihat seperti undangan, padahal itu digunakan untuk mencuri data,” jelasnya.

Baca Juga: Polisi Perketat Pengawasan Balap Liar dan Kejahatan Malam Hari di Batam Kota

Lenny menambahkan, Otoritas Jasa Keuangan telah menyediakan sistem pelaporan terpadu yang dapat dimanfaatkan korban untuk mempercepat penanganan kasus penipuan digital.

“Dengan sistem tersebut, aliran dana bisa segera dilacak dan dihentikan sebelum berpindah ke pihak lain,” katanya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antar lembaga dalam menjaga stabilitas sistem keuangan serta meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, literasi digital dinilai menjadi kunci utama agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam berbagai modus kejahatan siber yang terus berkembang.

Kegiatan diselenggarakan oleh Perbanas Kepri bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BMPD Kepri sebagai upaya memperkuat pertahanan siber di sektor jasa keuangan. Sejumlah pakar hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Dr. Wani Sabu, Arif Wibowo, serta Mita Rika Novilia. Mereka memaparkan berbagai modus kejahatan siber serta strategi pencegahannya. (*)

Artikel Ancaman Siber Mengintai, Perbankan Kepri Tingkatkan Kewaspadaan pertama kali tampil pada Metropolis.

Update