
batampos – Kericuhan mewarnai pertandingan sepak bola dalam ajang Idulfitri Cup Sei Enam 2026 di lapangan Sei Enam, Kecamatan Bintan Timur, Senin (27/4) sore. Insiden tersebut viral di media sosial setelah video memperlihatkan suporter masuk ke lapangan hingga terjadi aksi kekerasan.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat sejumlah suporter menerobos masuk ke area pertandingan. Seorang pria berbaju hitam tampak memukul pemain berbaju putih yang saat itu sedang dilerai oleh warga dan pemain lainnya.
Meski sempat dipisahkan, pelaku kembali melakukan tendangan ke arah belakang tubuh pemain tersebut sebelum akhirnya korban dibawa menjauh dari kerumunan.
Lurah Sei Enam, Alam Syah, mengatakan kericuhan terjadi dalam pertandingan antara tim Rasa Saya melawan Porse. Insiden dipicu ketidakpuasan salah satu pemain terhadap keputusan wasit.
“Wasit melihat terjadi pelanggaran di kotak penalti. Protes itu kemudian memicu ketegangan hingga suporter masuk ke lapangan,” ujarnya, Selasa (28/4).
Alam memastikan, permasalahan tersebut telah diselesaikan secara musyawarah dan kedua pihak sepakat berdamai.
“Alhamdulillah sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” katanya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Iptu Yofi Akbar, menyebut pihak kepolisian turut memfasilitasi mediasi bersama pihak terkait, termasuk Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Bintan.
“Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan,” ujarnya.
Meski tidak berlanjut ke ranah hukum, Yofi menegaskan tetap akan ada sanksi dari pihak penyelenggara dan PSSI. Saat ini, PSSI Bintan tengah menggelar rapat internal untuk menentukan bentuk sanksi bagi pemain maupun klub yang terlibat.
Ia juga memastikan tidak ada korban luka serius dalam insiden tersebut meskipun sempat terjadi aksi pemukulan di lapangan.
“Ditangani secara internal oleh PSSI dan penyelenggara,” pungkasnya. (*)
Artikel Video Ricuh Sepak Bola di Bintan Viral, Suporter Tendang Pemain di Lapangan pertama kali tampil pada Kepri.
