Kamis, 21 Mei 2026

Erling Haaland Frustasi usai Manchester City Gagal Meraih Gelar Liga Inggris

BACA

Bomber Manchester City Erling Haaland. (STOYAN NENOV/REUTERS)

batampos – Erling Haaland tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya setelah Manchester City gagal mempertahankan gelar Premier League musim ini. Haaland memberikan penilaian keras terhadap performa timnya usai hasil imbang melawan Bournemouth memastikan Arsenal keluar sebagai juara Inggris.

Manchester City sebenarnya datang ke Vitality Stadium dengan tekanan besar. Mereka wajib menang untuk menjaga persaingan gelar tetap hidup hingga pekan terakhir musim ini. Namun kenyataannya, City kembali kehilangan poin di momen paling krusial.

Bournemouth tampil berani sepanjang pertandingan dan sukses unggul lebih dulu lewat gol spektakuler Eli Junior Kroupi pada babak pertama. Tim asuhan Andoni Iraola bahkan terlihat lebih segar dan agresif dalam banyak fase pertandingan.

Manchester City baru bisa menyamakan kedudukan di masa tambahan waktu melalui gol Erling Haaland. Namun gol tersebut datang terlalu terlambat untuk mengubah nasib mereka dalam perebutan trofi Liga Premier.

Hasil imbang 1-1 itu otomatis memastikan Arsenal menjadi juara Liga Inggris untuk pertama kalinya dalam 22 tahun. Sementara Manchester City harus puas mengakhiri musim di posisi kedua.

Melansir City Xtra, usai pertandingan, striker asal Norwegia itu berbicara cukup emosional mengenai kegagalan timnya mempertahankan dominasi di Inggris.

”Seluruh klub harus menjadikan ini sebagai motivasi sekarang, kita harus marah, kita harus merasakan semangat membara di dalam diri kita karena ini tidak cukup baik,” kata Haaland.

”Sudah dua tahun berlalu (tanpa memenangkan Liga Primer), rasanya seperti selamanya, dan kami akan melakukan segala yang kami bisa, semua orang yang akan berada di sini musim depan, untuk memenangkan liga,” imbuh dia.

Ucapan tersebut menunjukkan standar tinggi yang dimiliki Manchester City dalam beberapa tahun terakhir. Bagi banyak klub, finis di posisi kedua mungkin masih dianggap sukses. Tapi untuk City, gagal menjadi juara terasa seperti kegagalan besar.

Haaland juga mengakui bahwa timnya sebenarnya masih bisa tampil lebih agresif sepanjang musim, terutama dalam perburuan gelar melawan Arsenal.

“Musim ini lebih baik daripada musim lalu. Saya merasa kami masih bisa berjuang lebih keras di liga, tetapi sekali lagi, itu sudah berakhir sekarang, jadi mudah untuk mengatakannya sekarang. Dan pada akhirnya, kami memenangkan dua trofi yang penting, tetapi pada akhirnya kami juga menginginkan Premier League,” terang Haaland.

Meski kecewa, Haaland tetap memberikan apresiasi kepada para pendukung Manchester City yang terus mendukung tim sepanjang musim.

”Sekali lagi, dukungan itu sangat berarti. Mereka terus mendukung meskipun kami tertinggal 1-0 pada Selasa malam, pukul 8 malam di Bournemouth perjalanan yang panjang! Apa yang bisa kami katakan?! Hanya terima kasih! Dukungan ini sangat berarti, dan kami menghargainya lebih dari yang mungkin terkadang kami tunjukkan. Kami menghargai setiap orang dari Anda!” papar Haaland.

Di sisi lain, suasana di Manchester City juga mulai dipenuhi ketidakpastian soal masa depan Pep Guardiola. Rumor kepergian sang manajer semakin menguat dan keputusan resminya disebut bisa diumumkan sebelum laga terakhir musim melawan Aston Villa.

Pertandingan tersebut juga diperkirakan menjadi momen perpisahan bagi beberapa pemain senior seperti Bernardo Silva dan John Stones. Jika Guardiola benar-benar pergi, maka musim ini bukan cuma jadi akhir dominasi City di Premier League, tetapi juga bisa menjadi penutup salah satu era terbesar dalam sejarah klub. (*)

Artikel Erling Haaland Frustasi usai Manchester City Gagal Meraih Gelar Liga Inggris pertama kali tampil pada Olahraga.

spot_img

Baca Juga