
batampos – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax mulai berlaku di Kota Tanjungpinang, Rabu (10/6). Harga Pertamax yang sebelumnya Rp12.900 per liter kini melonjak menjadi Rp17.000 per liter.
Kebijakan tersebut membuat sejumlah pengguna BBM nonsubsidi terkejut. Bahkan, sebagian pengendara mulai mempertimbangkan beralih ke BBM bersubsidi jenis Pertalite karena selisih harga yang cukup signifikan.
Pantauan di SPBU Jalan D.I Panjaitan, Tanjungpinang, aktivitas pengisian Pertamax tetap berlangsung meski jumlah kendaraan yang mengisi terlihat tidak terlalu ramai dibandingkan dispenser BBM lainnya.
Pengawas SPBU setempat, Yogi, mengatakan harga baru Pertamax langsung diterapkan sejak Rabu pagi sesuai ketentuan yang ditetapkan Pertamina.
“Setelah keputusan baru, pagi ini langsung diterapkan harga Rp17 ribu per liter untuk Pertamax. Sebelumnya masih sekitar Rp12 ribu lebih per liter,” ujarnya.
Meski harga mengalami kenaikan cukup tinggi, Yogi mengaku belum melihat adanya perubahan signifikan pada pola konsumsi masyarakat.
Menurutnya, masih banyak pengendara yang tetap menggunakan Pertamax untuk kendaraan mereka.
Ia menjelaskan, pasokan Pertamax di SPBU tersebut mencapai sekitar 8 ton per pekan. Sementara untuk Pertalite, kuota yang diterima mencapai 16 ton per hari.
Hingga saat ini pihak SPBU juga belum berencana mengajukan penambahan kuota Pertalite untuk mengantisipasi kemungkinan perpindahan konsumen dari Pertamax.
“Sejauh ini belum ada rencana menambah kuota Pertalite karena peralihan pengguna Pertamax juga belum terlihat secara signifikan,” katanya.
Sementara itu, salah seorang pengguna Pertamax, Lusiana, mengaku terkejut saat mengetahui harga baru BBM yang biasa digunakannya tersebut.
Menurut dia, sebelum kenaikan harga diberlakukan, uang Rp45 ribu sudah cukup untuk mengisi penuh tangki sepeda motor miliknya. Namun setelah harga naik, jumlah yang sama tidak lagi mampu memenuhi tangki kendaraan.
“Tadi saya isi Rp45 ribu sudah tidak penuh lagi. Kalau sebelumnya bisa penuh. Rencananya nanti mungkin beralih ke yang lebih murah saja,” ujarnya.
Kenaikan harga Pertamax ini menjadi perhatian masyarakat karena berdampak langsung terhadap biaya transportasi harian. Sejumlah pengguna kini mulai mempertimbangkan pilihan BBM yang lebih terjangkau untuk menekan pengeluaran di tengah meningkatnya biaya hidup.
Meski demikian, hingga hari pertama penerapan harga baru, aktivitas di SPBU masih berjalan normal dan belum terlihat lonjakan permintaan terhadap BBM bersubsidi. (*)
Artikel Harga Pertamax Melonjak, Warga Tanjungpinang Pertimbangkan Beralih ke Pertalite pertama kali tampil pada Kepri.

