Rabu, 24 Juni 2026

Kapolda Kepri Mengingatkan! Jaga Keamanan Demi Investor Tetap Percaya

BACA

Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin bersalaman dengan peserta apel dari berbagai elemen masyarakat pada acara Apel Sabuk Kamtibmas di Mapolda Kepri, Senin (22/6). F.Cececp Mukyana/Batam Pos

batampos – Stabilitas keamanan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan masuk atau tidaknya investasi ke Kepulauan Riau. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta mengesampingkan ego sektoral dan memperkuat kolaborasi demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin mengatakan Kepri sebagai daerah yang mengandalkan sektor investasi tidak boleh kehilangan kepercayaan investor akibat terganggunya situasi keamanan. Apabila kondisi kamtibmas tidak kondusif, investor dipastikan akan mempertimbangkan kembali rencana investasinya dan memilih daerah lain yang dinilai lebih aman.

“Kalau situasi keamanan tidak terjaga, investor tentu akan berpikir ulang untuk menanamkan modalnya di Kepri. Karena itu, keamanan menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya saat memimpin Apel Sabuk Kamtibmas yang digelar di Mapolda Kepri, Senin (22/6).

Ia menegaskan, Polri tidak mungkin bekerja sendiri dalam menjaga keamanan daerah. Dibutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar berbagai potensi gangguan dapat dicegah sejak dini.

Baca Juga: KM Batam Indah 9 Tenggelam saat Menuju Singapura, Seluruh ABK Berhasil Diselamatkan

“Polisi tidak bisa sendiri bekerja atau mengedepankan ego sektoral. Kita harus bahu-membahu, bekerja sama, dan berkolaborasi dalam satu ikatan Sabuk Kamtibmas, yakni Satu Ikatan Kamtibmas,” tegasnya.

Asep juga mengajak seluruh pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, bersama TNI dan seluruh instansi terkait untuk memiliki visi yang sama dalam menghadapi berbagai tantangan kamtibmas. Menurutnya, potensi gangguan keamanan akan selalu ada sehingga diperlukan langkah antisipatif secara bersama-sama.

Selain ancaman di dunia nyata, Asep mengingatkan masyarakat terhadap meningkatnya potensi konflik di ruang digital. Ia menilai media sosial kerap menjadi pemicu perpecahan apabila digunakan secara tidak bertanggung jawab.

Karena itu, masyarakat diminta tidak membuat konten provokatif, menyebarkan informasi bohong, maupun langsung membagikan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

“Dalam situasi seperti ini, semua butuh ketenangan dan kedamaian. Jangan latah melihat satu berita yang belum tentu kebenarannya, langsung di-send, langsung disebar ke mana-mana. Hati-hati,” pesannya.

Baca Juga: Polisi Amankan Pria Diduga Lakukan Kekerasan Seksual Terhadap Seorang Remaja yang Masih Sekolah

Ia juga mengingatkan bahwa penyalahgunaan media sosial memiliki konsekuensi hukum. Penyebaran berita bohong, fitnah, maupun konten yang mengandung unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dapat dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Asep mengatakan sudah banyak masyarakat yang harus berhadapan dengan proses hukum akibat kelalaian dalam menggunakan media sosial.

“Karena itu, masyarakat diharapkan membiasakan diri menyaring informasi sebelum membagikannya kepada orang lain,” harapnya.

Apel tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari dai kamtibmas, pendeta kamtibmas, serikat pekerja, komunitas ojek online (ojol), anggota Pramuka, personel satuan pengamanan (satpam), hingga masyarakat sekitar Mapolda Kepri. Kehadiran berbagai elemen itu menjadi simbol kuatnya sinergi dalam menjaga keamanan daerah. (*)

Artikel Kapolda Kepri Mengingatkan! Jaga Keamanan Demi Investor Tetap Percaya pertama kali tampil pada Metropolis.

spot_img

Baca Juga