Senin, 29 Juni 2026

Nyanyang Pimpin HKTI Kepri, Siap Tancap Gas Wujudkan Kemandirian Pangan

BACA

Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono melantik jajaran pengurus DPD dan DPC HKTI Kepulauan Riau yang dipimpin Nyanyang Haris Pratamura, Senin (29/6). Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Kepengurusan baru Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) resmi dilantik. Di bawah kepemimpinan Nyanyang Haris Pratamura yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Kepri, HKTI menegaskan komitmennya menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan di wilayah Kepri.

Nyanyang mengatakan, pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI menjadi energi baru bagi organisasi untuk mengawal berbagai program pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Alhamdulillah pelantikan berjalan lancar. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum HKTI yang telah melantik kepengurusan DPD dan DPC. Ini menjadi kekuatan baru bagi kami untuk bersama-sama mengawal program pemerintah,” ujarnya, Senin (29/6).

Menurut Nyanyang, tantangan terbesar Kepri saat ini adalah mewujudkan kemandirian pangan. Meski dikenal sebagai daerah kepulauan, Kepri dinilai memiliki potensi besar yang harus dioptimalkan agar tidak terus bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Karena itu, HKTI akan memfokuskan program pada peningkatan produksi pangan yang mendukung program nasional, terutama Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami menyesuaikan produksi pertanian dengan kebutuhan program MBG. Yang menjadi fokus saat ini adalah pengembangan peternakan ayam, produksi telur, serta sayur-mayur agar mampu memenuhi kebutuhan program tersebut,” katanya.

Selain MBG, HKTI juga akan bersinergi mendukung berbagai program pemerintah lainnya, seperti Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, hingga pengembangan Kampung Nelayan.

“Semua program itu akan kami kawal bersama HKTI provinsi maupun kabupaten/kota agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil menteri Pertanian Republik Indonesia Sudaryono menegaskan bahwa organisasi HKTI memiliki peran sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat. HKTI tidak hanya bertugas menyosialisasikan program pemerintah kepada petani dan nelayan, tetapi juga menyerap berbagai persoalan di lapangan untuk diperjuangkan kepada pemerintah pusat.

“Peran HKTI adalah mengadvokasi. Menyampaikan program-program pemerintah kepada masyarakat, sekaligus membawa aspirasi dan persoalan yang dihadapi petani di daerah ke pemerintah pusat agar dapat dicarikan solusi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, meskipun Kepri bukan daerah agraris, sektor pertanian dalam arti luas tetap memiliki potensi besar, termasuk sektor kelautan yang menjadi kekuatan utama daerah kepulauan.

“Di Kepri sudah ada masyarakat yang menanam padi, mengembangkan hortikultura, hingga greenhouse. Di lapangan tentu masih ada persoalan seperti pupuk, pemasaran, maupun kebutuhan lainnya. Di situlah HKTI hadir untuk mendampingi dan membantu menyelesaikan persoalan tersebut,” katanya.

Melalui kepengurusan baru ini, HKTI Kepri menargetkan dua fokus utama, yakni meningkatkan produksi pangan di Kepulauan Riau dan mendorong kesejahteraan petani serta nelayan. Dengan kolaborasi bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, HKTI optimistis dapat berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan yang lebih kuat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepri. (*)

Artikel Nyanyang Pimpin HKTI Kepri, Siap Tancap Gas Wujudkan Kemandirian Pangan pertama kali tampil pada Kepri.

spot_img

Baca Juga