
batampos.co.id – Memasuki Hari kedua lebaran Idul fitri 1437 Hijria, Kamis (7/7), sejumlah warga Batam memadati pemakaman taman langgeng Seipanas, untuk berziarah kubur ke makam kerabat dan keluarganya. Kegiatan ini merupakan tradisi rutin yang sering dilakukan umat muslim setiap tahunnya menjelang bulan puasa dan lebaran.
“Setiap tahun disini ramai. Paling ramai biasanya hari pertama dan hari kedua setelah lebaran,” ujar penjual kembang, Peter Simamora, kepada Batam Pos, di pemakaman taman langgeng Sei Panas.
Ia mengatakan kebanyakan yang berziarah itu datangnya dari pagi sampai siang hari, dan yang datang biasanya satu keluarga berjumlah tiga, lima, bahkan sampai tujuh orang.
“Ada yang jalan kaki ke kuburan, ada juga yang bawa motor dan mobil,” kata pria berusia 17 tahun ini.
Lanjut Peter menjelaskan tradisi ziarah kubur ini menjadi kebudayaan masyarakat Indonesia yang dilakukan rutin setiap tahunnya, dengan mengunjungi keluarga yang sudah meninggal, lalu membersihkan kuburan dan mendoakannya dengan membaca doa.
Selain itu, tradisi ziarah ini sendiri mendapatkan berkah bagi penjual kembang dan petugas parkir yang panen rezeki untuk bisa merayakan Idul Fitri, lantaran ramai dan banyak orang yang datang, lalu memarkirkan kendaraannya baik roda empat maupun roda dua.
“Jumlah pengunjung meningkat dari biasanya, dan bertambah dua kali lipat dibandingkan hari-hari di bulan lainnya. Jadi ramai yang beli,” sebut pria yang tinggal di Tiban Koperasi ini.
Di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Taman Langgeng, Sei Panas, terlihat beberapa penjaja bunga makam berjejer menjajakan jualannya kepada setiap pengendara yang masuk ke area pemakaman. (cr20)
