
batampos.co.id – Hingga kini total korban kapal tenggelam di Nongsa yang tewas sudah teridentifikasi menjadi 21. Pertambahan itu setelah Tim DVI berhasil mengidentifikasi 9 korban tewas lainnya.
Aparat kepolisian dari Polda Kepri terus berupaya mengidentifikasi korban tewas dari kapal tenggelam di Perairan Nongsa, Batam, Rabu (2/11) lalu.
Kapolda Kepri, Brigjen Pol Sam Budigusdian mengatakan pihaknya sudah berhasil menambah 9 jasad TKI yang teridentifikasi. Sehingga total jasad teridentifikasi berjumlah 21 orang.
“Jadi dari 54 jasad yang ditemukan kita berhasil mengidentifikasi 21 korban,” ujar Sam Budigusdian dilansir Batam Pos (Jawa Pos Group), Senin (7/11).
Rencananya, 9 korban yang baru teridentifikasi itu akan dipulangkan ke kampung halamannya pasa Selasa (8/11) mendatang.
Sementara untuk mengindentifikasi 33 jasad yang belum identitasnya itu, pihak Polda Kepri membutuhkan antemortem atau data-data fisik khas korban sebelum meninggal.
“Kendala kita karena belum didapatkan antemortem ini. Kalau didapatkan proses pengidentifikasi akan cepat. Sampai sekarang ini kita hanya melakukan telefon ke keluarga korban,” terangnya.
Adapun 9 jasad itu berasal dari Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Padang (Sumbar), dan Aceh, Trenggalek, Ciamis.
Berikut nama 9 korban yang terindentifikasi tersebut:
Supardi, 33, berasal dari Lombok Tengah
Mustar, 39, Lombok Timur
Zarkasih, 22, Aceh Timur
Afrianda, 35, Padang
Hairil Anwar, 18, Lombok Tengah
Saiful, 35 Lombok Tengah
Heri Susanto, 28, Trenggalek
Susanti, 28, Ciamis
Eldo Dwi Aprian, 33, berasal dari Pontianak. (opi/iil/JPG)
