Senin, 6 April 2026

Warga Minta BPJS Kesehatan dan RS Awal Bros Akur Lagi

Berita Terkait

Rahma-Rahmi, pasien kembar dempet yang berhasil dioperasi di RSAB beberapa waktu lalu. BPJS Kesehatan berkontribusi dalam pembiayaan operasi si kembar ini. Namun kini BPJS Kesehatan dengan RSAB memilih melakukan talak 1. Foto: Cyntia Latuma/RSAB

batampos.co.id – Penghentian sementara kerjasama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dengan Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) memunculkan tanda tanya di benak masyarakat. Terutama mereka yang sering menggunakan fasilitas kesehatan di RSAB dengan kartu BPJS Kesehatan.

BACA JUGA: Layanan BPJS Kesehatan di RS Awal Bros Berhenti Sementara

Yudi, misalnya. Pegawai Badan Pengusahaan (BP) Batam ini sudah satu tahun rutin mengajak anaknya terapi okupasi di Pusat Tumbuh Kembang Anak RSAB. Terapi itu sangat dianjurkan untuk anaknya yang berkebutuhan khusus.

“Seminggu dua kali, anak saya terapi okupasi,” tuturnya.

Terapi itu sangat membantunya. Terutama bagi ia yang memiliki jam kerja sibuk. Selain itu, para perawat pun sudah mengetahui riwayat medis anaknya.

Hingga saat ini, Yudi belum menemukan rumah sakit lain yang memiliki layanan terapi okupasi yang dijamin dengan BPJS Kesehatan. Ada satu tempat lain, sebenarnya, yang juga menyediakan terapi okupasi. Namun, lembaga tersebut lembaga swasta dan belum dijamin BPJS Kesehatan.

“Saya tidak tahu ada masalah apa antara BPJS Kesehatan dan RSAB. Apakah memang RSAB yang tidak mau melayani? Atau karena BPJS belum membayar (klaim) RSAB?” ujarnya lagi.

Ia berharap, permasalahan antara BPJS Kesehatan dan RSAB dapat segera diselesaikan. Hingga kerjasama itu dapat terjalin lagi. Sebab, bukan hanya ia, yang membutuhkan terapi okupasi tersebut.

Ia melihat, masih banyak orang tua lain yang membawa anaknya terapi di pusat tumbuh kembang RSAB tersebut. Tidak semua mereka berkecukupan untuk membiayai terapi anak-anaknya. Bahkan, banyak juga pasien yang tinggal di pulau-pulau sekitar Batam.

“Saya harap BPJS bisa melihat kondisi ini. BPJS jangan hanya mengejar kuantitas peserta yang bergabung tetapi juga harus memperhatikan jumlah fasilitas yang tersedia,” ujarnya.

Selama ini, RSAB menjadi rumah sakit rujukan dengan fasilitas paling lengkap di Batam. Dengan demikian, RSAB akan lebih bisa menyentuh ke masyarakat-masyarakat yang membutuhkan.

“Jangan sampai rumah sakit tak dibayar jadi mereka tak mau lagi kerjasama,” katanya. (ceu)

Update