
batampos.co.id – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bintan berhasil merampungkan proyek pembangunan Jalur Lintas Barat Sambungan atau Jalur Lintas Timur sepanjang 7,3 Kilometer (Km) akhir Desember 2016 lalu.
Proyek yang menelan dana dari APBNP sebesar Rp 40 miliar itu akan menjadi akses penghubung antara wilayah utara dengan timur Kabupaten Bintan.
“Kita berhasil selesaikan pembangunan Jalur Lintas Timur 27 Desember 2016. Tahap pertama kita bangun dulu jalan sepanjang 7,3 Km dari total keseluruhan 12,3 Km,” ujar Kadis PU Bintan, Juni Rianto ketika dikonfirmasi, Selasa (3/1/2016).
Untuk merampungkan seluruh Jalur Lintas Timur sepanjang 12,3 Km ini, kata dia, diprediksikan akan menelan biaya APBN sebesar Rp 155 miliar. Namun Kementerian PU hanya mampu mengalokasikan dana melalui APBNP 2016 sebesar Rp 40 miliar. Sehingga dengan besaran dana itu dilakukanlah pembangunan jalur tahap pertama sepanjang 7,3 Km dengan lebar 20 meter.
Pembangunan jalur tahap pertama itu dilaksanakan oleh empat kontraktor. Setiap kontraktor memiliki tanggungjawab masing-masing dari tugas yang membuka dan memangkas lahan, menimbun dataran, mencari tanah timbunan serta mengaspalnya.
“Pelaksanaannya dimulai dari Jalan Nusantara Batu 23-Korindo-Tirta Madu. Namun dari total panjang jalur yang dikerjakan hanya 1,5 Km diaspal. Sedangkan sisanya masih berkondisi tanah,” bebernya.
Juni mengaku banyak kendala ataupun rintangan yang dihadapinya dalam merampungkan jalur ini. Diantaranya faktor cuaca seperti hujan lebat dan angin kencang serta faktor alam yaitu batu-batu berkapasitas besar. Namun semua masalah itu bisa dilalui berkat komitmen bersama antara instansinya dengan para kontraktor.
“Kalau kondisi cuaca sifatnya hanya sebatas menunggu membaik. Tapi batu-batu besar itu agak sedikit merepotkan sebab dengan dikerahkannya alat-alat berat tak juga hancur. Sehingga kita gunakan bahan peledak untuk menghilangkannya,” sebutnya.
Besar harapannya Kementerian PU mengalokasikan dananya kembali melalui APBN 2017 untuk melanjutkan pembangunan Jalur Lintas Timur tersebut. Jika tidak maka jalur penghubung antar dua wilayah itu tak akan pernah bisa difungsikan sebab kondisinya jalannya masih tanah sehingga belum bisa dilalui.
“Semoga Pemerintah Pusat mau mengalokasikan dananya kembali. Kalau tidak proyek jalur ini akan dihentikan untuk sementara waktu,” pungkasnya. (ary)
