
batampos.co.id – Walikota Batam Muhammad Rudi mengatakan Batam akan mambangun wilayah pertanian.
“Kami gesa menjadikan satu pulau sebagai wilayah pertanian,” ujar Rudi.
Dijelaskannya, rencana Pemko membangun satu kawasan khusus pertanian kini tengah darancang. Dengan begitu, perlahan pemerintah bisa mematok harga bahan pokok yang akan dipasarkan. Ada beberapa pulau yang diusulkan dan akan dipilih satu pulau. Setelah penetapan nanti, petani yang ada di pulau utama (mainland) akan dipindahkan ke pulau ini. Karena pada dasarnya, wilayah di Pulau Batam tidak ada yang peruntukannya di bidang pertanian.
Saat ini ada empat pulau yang bisa dikembangkan untuk pertanian di Batam. Yakni Pulau Subang Mas, Air Raja, Cemara, dan Pulau Kinon.
“Kalau sudah ditentukan akan disiapkan infrastruktur penunjang seperti dermaga, jalan, hingga sarana air,” sebutnyai.
Saat ini Walikota Batam hanya bisa pasrah dengan meroketnya harga bahan pokok di Batam. Sebab, hampir semua komoditi pokok untuk Batam bergantung ke daerah lain.
“Semuanya bergantung ke daerah lain. Makanya kita ikut aja,” kata Rudi di Batamcenter.
Dikatakannya, tingginya harga cabai saat ini memang sudah mahal dari pemasok. Sehingga saat sampai ke Batam harga yang ditawarkan kepada masyarakat pastinya lebih mahal. Hal itu karena adanya tambahan biaya pengiriman.
“Dari daerah sudah mahal, nyampai sini tambah mahal. Kan nambah biaya kirim,” beber Rudi.
Dikatakannya, Pemko Batam sudah berupaya menekan harga bahan pokok dengan menyalurkan bahan pokok murah bahkan gratis. Namun upaya itu masih belum efektif sehingga perlu terobosan agar bahan pokok di Batam bisa lebih murah.
“Banyak hal yang harus dibenahi, kalaupun kami maksimalkan peran BUMD, penguasa-penguasa bahan pokok (tengkulak) juga harus diputus,” katanya. (she)
