
batampos.co.id – Pembangunan Masjid Agung di Batuaji memakan anggaran sebesar Rp 248 miliar. Pembangunan masjid Agung dilakukan dengan sistem multiyears dengan target selesai 2021 nanti.
“Pembangunan tak bisa satu tahun. Karena satu kesatuan yang akan ditandatangani di MoU, maka disepati per empat tahun,” ujar Nuryanto dalam paripurna KUA-PPAS APBD Batam 2017, kemarin.
Aman, Anggota Komisi II DPRD Batam mengatakan, pembangunan masjid agung menggunakan APBD yang sangat luar biasa. Dengan anggaran Rp 248 miliar dan juga proyeksi pembangunan ke depan, tak mungkin bisa diselesaikan dalam waktu satu tahun.
“Makanya kita sepakat multiyears (tahun jamak),” ujar Aman.
Pembangunan akan berkelanjutan dari tahun ke tahun dan diprediksi akan selesai selama 4 tahun.
“Karena ini program multiyears maka memang harus mendapat persetujuan dari anggota DPRD Batam. Nah pada saat paripurna ketua (Nuryanto) meminta persetujuan dari anggota DPRD,” kata Aman.
Apakah bisa dipastikan selesai 4 tahun, Aman mengatakan nanti lihat perkembangan seperti apa.
“Intinya kita mendukung pembangunan masjid agung. Kita dukung dianggarkan di APBD,” lanjutnya.
Apalagi, katanya, saat ini penduduk Batuaji sudah sangat ramai dan harus ada pusat pengkajian ilmu agama dan sekaligus simbol keagamaan di Kota Batam.
“Kalau Batamcentre sudah ada masjid raya. Ke depan masyarakat Batuaji punya masjid agungnya,” ucap politisi PKB itu.
Selain itu, Aman juga mendorong agar anggaran yang akan dialokasikan digunakan efektif mungkin.
“Karena masjid juga skala prioritas kita, makanya kami (DPRD) mendorong pembangunannya. Namun bagaimanapun namanya uang, harus dimanfaatkan seefektif mungkin,” pungkasnya. (rng)
