Kamis, 2 April 2026

Ada Tumpukan Tanah Merah di Yos Sudarso

Berita Terkait

Umar, salah satu warga yang berinisiatif membersihkan tumpukkan pasir merah yang membahayakan pengguna jalan di jalan Yos Sudarso, Batuampar, Senin (23/1).  F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Arus lalu lintas Jalan Yos Sudarso, dari arah Baloi menuju Batuampar, sempat tersendat. Seluruh kendaraan yang melintas memperlambat lajunya karena jalan dipenuhi tanah merah.

Seorang pria berseragam biru dan bersepatu boot berdiri di antara tumpukan itu. Ia membawa sekop tanah. Sesekali, ketika arus lalu lintas tidak padat, ia menyingkirkan tanah dari tengah jalan.

“Tanah ini dari atas sana,” katanya.

Umar, nama pria itu. Ia tinggal di Bengkong Bengkel. Ia sengaja datang ke titik itu untuk mengambil tanah. Tanah itu ia bawa ke rumah untuk kemudian dijual atau digunakan untuk keperluan lain.

“Lagipula saya sedang tidak ada kerjaan. Daripada tidur-tiduran lebih baik seperti ini,” tuturnya.

Tumpukan tanah itu rupanya berasal dari bukit di balik Perumahan Sakura Garden, di tepi Jalan Yos Sudarso. Bukit itu tengah dipotong. Bukit yang tengah menganga itu nampak dari kejauhan.

Tohir, satu warga, mengatakan, ketika hujan turun, air bercampur lumpur tanah mengalir deras dari atas. Lantaran polisi tidur yang besar dan tinggi, air bercampur lumpur itu terperangkap di jalan. Sebab, parit di tepi jalan pun sudah penuh dengan air yang langsung mengalir dari bukit.

“Rumah itu tadi terendam,” katanya sambil menunjuk rumah yang berada tepat di kaki bukit.

Susilawati, Pemilik Kedai Dower, mengumpamakan derasnya air bercampur lumpur itu layaknya banjir bandang yang sering ia lihat di televisi. Ia bahkan berinisiatif untuk menutup jalan dengan tumpukan kayu supaya air tidak sampai ke jalan. Namun, tumpukan tiga kayu balok itu tak berpengaruh sama sekali.

“Rumah di atas itu sudah pasti kena. Airnya saja masuk ke kedai,” katanya.

Air di dalam kedainya hanya setinggi mata kaki. Namun, sayang, air setinggi itu tetap saja mampu merendam berasnya. Ketika itu, kedainya belum buka.

“Ini baru selesai bersih-bersih,” tuturnya ketika Batam Pos tiba di rumahnya pukul 12.00 WIB.

Ia mengatakan, ketika hujan mulai reda, air perlahan surut. Tanah lumpur, namun demikian, tertinggal menutupi jalan. Warga lantas bergotong-royong membersihkan jalan dari tanah. Tanah itu disingkirkan warga di teras sebuah rumah yang tak lagi ditinggali.

“Kalau sampai sekarang masih hujan deras, bisa jadi tanah bukit itu longsor. Kedai kami ini roboh lah,” tuturnya.

Pemotongan bukit itu baru berlangsung satu minggu terakhir. Warga mengatakan, bukit itu hendak digunakan sebagai area latihan tentara Komando Distrik Militer 0316/Batam. Lebih jauh, Letnan Hendrik mengatakan, Kodim 0316/Batam hendak membangun Gedung Bela Negara di atas bukit tersebut. Pembangunan itu sedang dalam tahap pematangan lahan.

“Karena hari hujan inilah, makanya tanah ikut turun bersama air ke jalan-jalan. Kami tentu tidak ingin merugikan masyarakat. Kami akan segera berkoordinasi untuk mengatasi masalah ini,” tuturnya.

Sementara itu, Pengawas Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Batam, Acep Madil, mengaku tidak mengetahui adanya pemotongan lahan di kawasan tersebut. Ia kaget ketika mengetahui ada tumpukan tanah merah di tengah jalan Yos Sudarso.

“Bahaya ini. Kalau seperti itu memotongnya, khawatir longsor dan kena rumah warga,” tuturnya. (ceu)

Update