Rabu, 8 April 2026

Takut Masuk Ruang Komisi, Terbayang Rekaveny

Berita Terkait

Bidadari Putri bungsu almarhum Rekaveny dengan mata sembab di depan almarhum ibu tercinta saat berada di rumah duka di Perumahan DutaMas Batam Center, Kamis (26/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Seluruh anggota Komisi II DPRD Batam merasa kehilangan dengan berpulangnya Rekaveny Soerya. Di hari pemakaman, raut sedih masih membekas di wajah sejumlah anggota Komisi II yang melayat di rumah duka.

“Saya tak kuat lagi melihat bu Veny. Bisa pingsan saya kalau lihat beliau lagi,” kata Anggota Komisi II DPRD Batam, Idawati Pasaribu.

Sepasang mata Idawati memerah. Begitu halnya dengan mata Ketua Komisi II DPRD Batam Yudi Kurnain dan Wakil Ketua Komisi II DPRD Batam Sallon Simatupang.

Sallon mengaku tak berani menginjakkan kaki ke ruang komisi. Sebab, ketika berada di sana, ia hanya akan teringat sosok Rekaveny. Mejanya tepat berdampingan dengan meja Rekaveny.

“Selama dua minggu ini juga saya merasa kehilangan sekali setiap melihat jasnya. Jasnya itu tergantung di kursinya,” tuturnya.

Jas itu berwarna hitam. Setiap kali memasuki ruangan, jas itulah yang mencuri perhatiannya. Ia sesekali melirik jas itu dan seketika itu merasa kehilangan.

“Selama dua minggu itu sampai sekarang juga mata kanan saya ini berkedut-kedut tidak mau berhenti,” tambahnya.

Sallon mengaku sangat dekat dengan mendiang Sekretaris Komisi II DPRD Batam itu. Sebab, mereka berada dalam satu komisi selama dua periode dan selalu menjadi alat kelengkapan komisi.

“Soal kerjaan dia sering tanya saya atau saya yang tanya dia. Soal undang-undang ataupun cara penyelesaian masalah,” ujarnya.

Rekaveny Soerya meninggal dalam usia 52 tahun di RS National University Singapura, Rabu (25/1) pagi. Kematiannya mengagetkan banyak orang karena ia tidak pernah terlihat sakit. Rupanya selama dua bulan ini, ia berjuang melawan sel kanker yang menjalar ke paru-paru dan getah beningnya.

Mendiang istri mantan Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soerya Respationo itu dimakamkan kemarin di kebun keluarga Sasono Punggowo di Nongsa. Kebun itu berhadapan dengan Taman Pemakaman Umum (TPU) Sambau Nongsa. (ceu)

Update