
batampos.co.id – Delapan titik lubang berada di jalan dekat Simpang Taiwan, Nongsa. Jalan berlubang ini membuat masyarakat menjadi was-was. Sebab sudah beberapa kali pengedara motor terjatuh akibat lubang tersebut.
“Dalam beberapa waktu ini, ada beberapa orang yang terjatuh akibat lubang tersebut,” kata Andi salah satu warga yang sering melintasi jalan dari Simpang Taiwan ke Batubesar tersebut, Jumat (20/1).
Ia mengatakan sebelumnya lubang itu tidak terlalu besar, namun karena tidak ada perbaikan dari pemerintah. “Lubangnya tambah besar,” tuturnya.
Kondisi jalan semakin diperparah saat malam hari, karena penerangan yang kurang memadai. Sehingga jalan yang berlubang tersebut sering luput dari pandangan para pengendara.
“Untung saja mereka tidak ngebut, makanya hanya luka-luka saja,” ungkpanya.
Jalan ini pernah diperbaiki oleh Pemko Batam, pada tahun lalu. Dimana pada awal kepemimpinanya, Walikota Batam M Rudi dan Amsakar meninjau jalan ini akibat sering banjir dan lubang jalan yang menganga. Setelah kedatangan kedua pemimpin Kota Batam itu, lubang serta parit disekitar jalan diperbaiki. Namun tak berapa lama, jalan ini kembali berlubang.
Dari pantauan Batam Pos, delapan titik lubang ini berada di lajur kiri dari arah Simpang Taiwan ke Batubesar. Satu titik jalan berlubang ke titik lainnya berjarak hanya 3 sampai 5 meter saja. Sehingga kebanyakan pengendara memilih lajur kanan, karena di lajur kiri sangat tidak layak untuk lewati kendaraan roda dua maupun roda empat.
Salah satu pengendara motor yang sering melewati jalan itu mengatakan, bahwa dirinya sangat terganggu dengan keberadaan lubang-lubang jalan tersebut.
“Saya dan teman-teman sering lewat sini. Dulu pernah hampir jatuh akibat lubang yang besar itu,” kata pengendara tersebut, sembari menunjuk salah satu lubang.
Rizal penggilan akrab pengendara itu, berharap pemerintah bisa secepatnya turun tangan.
“Sayakan kerja dekat sini, jadi kalau bisa ditambal lah. Kasian juga, kalau orang yang baru lewat jalan ini pada malam hari. Meraka kadang gak tau disini ada lubang,” pungkasnya. (ska)
