
batampos.co.id – Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman, dan Pertamanan (Disperkimtan) Kota Batam berenana merenovasi rumah susun (rusun) yang dikelola oleh Pemerintah Kota Batam tahun 2017 ini.
“Iya, tahun ini kami akan benahi rusun yang memang memerlukan perbaikan,” kata kepala Disperkimtan Kota Batam, Herman Rozi, Senin (30/1).
Seperti rusun di Sekupang cat dan bagian plafon sudah mulai rusak, dan itu membutuhkan renovasi. Tidak hanya itu, pihaknya berencana melakukan pengecatan ulang terhadap gedung rusun. Hal ini bertujuan agar rusun terlihat cerah dan baru.
Saat ini terdapat 30 twinblok rusun yang pengelolaannya menjadi tanggung jawab Pemko Batam di antaranya
- Mukakuning I tujuh twin blok,
- Mukakuning II atau Top 100 dua twin blok,
- Mukakuning III atau Batamindo tiga twin blok,
- Tanjungucang I atau Batamec delapan twin blok,
- Tanjunguncang II atau Putrajaya dua twin blok,
- Tanjunguncang III atau Fanindo empat twin blok, Sekupang empat twin blok.
Untuk penataan dan pemeliharaan ini, pihaknya telah menyiapkan anggaran Rp 894 juta. Dia berharap pembenahan rusun ini bisa dimulai pada bulan Februari nanti.
“Bertahap akan kami benahi, karena kami ingin penyewa bisa merasa nyaman saat tinggal di rusun,” sebut dia.
Rusun, lanjutnya menjadi salah satu alternatif yang memiliki peminat cukup tinggi, hal ini terbukti dengan masih banyaknya data antre penyewa yang mendaftar, padahal rusun sudah penuh.
“Namun demikian tidak semua rusun penuh, seperti yang di Tanjunguncang masih banyak yang kosong,” ucap mantan Camat Lubukbaja ini.
Dia berharap, pembenahan rusun ini bisa mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi yang dihasilkan oleh rusun.
“Tahun ini kami ditarget Rp 6,5 miliar dari retribusi rusun. Masyarakat yang tinggal di rusun tentunya ingin mendapatkan pelayanan dari apa yang mereka bayar,” tutupnya.
Sementara, Maira salah seorang penghuni rusun di Sekupang menuturkan kondisi rusun memang memerlukan pembenahan. Beberapa bagian rusun terlihat sudah mulai rusak dan catnya sudah pudar.
“Dulu waktu kampanye, Pak Rudi pernah bilang mau renovasi rusun, bahkan beliau juga sempat meninjau rusun yang sudah banyak mengalami kerusakan,” ungkap perempuan yang sudah dua tahun tinggal di rusun ini.
Pantauan Batampos di lapangan, kondisi rusun memang memerlukan perawatan. Bagian luar sudah ditutupi oleh terpal yang sudah lapuk, kondisi ini membuat bangunan rusun seperti tidak terawat dan kumuh. Bila dibandingkan dengan rusun milik BP Batam yang lebih rapi dan tertata.(cr17)
