batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPR-PKP) Lingga kucurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 3,8 miliar untuk program sanitasi berbasis masyarakat (Sanimas).
Kegiatan tersebut guna menata kawasan pemukiman dan perumahan kumuh di beberapa wilayah di Kabupaten Lingga yang akan dilaksanakan Tahun 2017 ini.
Kepala DPUPR-PKP Lingga Said Nursyahdu melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Agus Fitrianto mengatakan program tersebut akan dilaksanakan di tujuh titik lokasi, yang sekarang ini masih dalam tahapan penyusunan.
“Iya masih dalam tahapan penyusunan. Program ini tidak melalui lelang, pekerjaannya nanti dikerjakan masyarakat sendiri melalui fasilitator yang telah di rekrut oleh PU. Kalau PU sendiri cuma melakukan pengawasan, sistem keuangannya juga langsung ke rekening masyarakat,” jelas Agus Fitrianto di ruang kerjanya, Jumat (31/3).
Ke tujuh lokasi tersebut diantaranya Desa Selayar Kecamatan Selayar, Desa Mentuda dan Desa Merawang Kecamatan Lingga, Kampung Melukap dan Kampung Gelam di Kelurahan Daik Lingga, Desa Kudung dan Desa Limbung di Kecamatan Lingga Timur.
“Nanti masing-masing lokasi yang mendapatkan program Sanimas ini akan di bangun Instelasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) juga. Dengan secara berkelompok diantaranya dari 7 sampai 10 kepala keluarga (KK), dan langsung dikerjakan masyarakat itu sendiri,” beber Agus.
Sementara untuk sistem kerja dari Sanimas ini, dikatakan Agus, pihak fasilitator yang akan mensosialisasikan kedesa-desa sesuai dengan kreteria perumahan kumuh tentang tahapan dan prosedur. Ia berharap kedepan lingkungan akan menjadi jaih lebih baik.
“Melalui Sanimas ini, ke depan tidak ada lagi masyarakat membuang limbah di sungai atau di laut,” terang Agus.
Kemudian dijelaskan Agus, program itu juga merupakan bagian dari upaya Kementerian PUPR untuk mencapai target rencana strategis. Yakni program 100 persen akses air minum, nol persen kawasan permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak. Khusus Kabupaten Lingga sendiri, untuk tahap awalnya harus selesai dan tidak ada masalah dalam pelaksanaan lanjut Agus. (mhb)
