Selasa, 26 Mei 2026

Konsumsi Listrik Industri Batam Melorot

BACA

Ilustrasi

batampos.co.id – Corporate Secretary PT PLN Batam, Samsul Bahri mengatakan, saat ini kebutuhan listrik golongan rumah tangga di Batam lebih besar dan terus tumbuh dari tahun ketahun melebihi kebutuhan listrik golongan industri.

Pada tahun 2015 kebutuhan listrik golongan rumah tangga sebesar 32 persen, sedangkan pada tahun 2016 sudah berubah menjadi 37 persen.

Sebaliknya, pelanggan industri turun dari 32 persen pada tahun 2015 menjadi 25 persen pada 2016.

Hal inilah, menurut Samsul yang menjadi salah satu pertimbangan mengapa PLN Batam harus menaikkan tarif listrik untuk pelanggan rumah tangga. Sebab selama ini PLN memberlakukan sistem subsidi. Dimana pelanggan industri mensubsidi pelanggan rumah tangga.

”Sekarang yang digendong semakin besar, sementara yang menggendong semakin kecil,” ujar Samsul.

Dengan kenaikan tarif ini, Samsul menyebut PLN Batam hanya akan memperoleh pendapatan yang wajar untuk mendukung operasional penyediaan tenaga listrik di Kota Batam dan sekitarnya. Bright PLN Batam akan terus berupaya untuk meningkatkan mutu dan keandalan pasokan listrik di Batam sesuai dengan Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Kepri melalui Pergub TMP nomor 22 Tahun 2017.

Selain hal tersebut, PLN Batam juga membantu pemerintah untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Kepulauan Riau untuk melistriki pulau-pulau sekitar Pulau Batam, seperti Sijantung, Sembulang, dan Belakangpadangsejalan dengan semangat pemerintah Provinsi Kepri untuk Merangkai Pulau dengan Kelistrikan.

“Untuk Pulau Batam sendiri rasio elektrifikasi telah mencapai kurang lebih 97 persen,” katanya. (hgt)

spot_img

Baca Juga