
batampos.co.id – Stasiun Meteorologi (Stamet) Hang Nadim Batam memperkirakan sepanjang Mei, curah hujan di Batam lebih tinggi dari bulan-bulan lainnya. Hujan yang akan turun mulai dari intensitas ringan hingga sedang. Hujan yang turun kadang akan disertai dengan petir dan angin kencang.
“Batam khusunya, Kepri umumnya tak memiliki musim. Karena daerah kepulauan,” kata Kasi Datin Stamet Meteorologi Batam, Suratman, Jumat (5/5).
Namun walau begitu, Suratman mengatakan dalam setahun ada dua periode curah hujan di Batam lebih tinggi dari bulan lainnya. Ia menjelaskan dari sepanjang Mei dan dari awal November hingga Desember adalah periode dimana curah hujan yang tinggi.
“Tapi melihat kondisinya, hujannya tak merata lebih bersifat lokal,” tuturnya.
Ia menjelaskan hujan hanya mengguyuru beberapa tempat saja di Batam, tak menyeluruh. “Misalnya Batamcenter hujan, belum tentu di Sekupang juga hujan,” terangnya.
Ia meminta masyarakat untuk berhati-hati, sebab saat hujan deras terjadi. Biasanya awan comulonimbus selalu membawa petir dan kilat. “Jangan berdiri dilantai atas, atau dilapangan, bisa berbahaya,” tuturnya.
Tak hanya itu, saat awan comulonimbus terbentuk juga akan berbahaya bagi nelayan dan pengguna transportasi laut. “Kadang juga menyebabkan gelombang tinggi secara tiba-tiba. Tapi saat tak ada cb (comulonimbus), gelombang normal,” ucapnya.
Paada periode curah hujan yang tinggi ini, Suratman mengatakan potensi puting beliung yang melanda wilayah Batam juga tetap ada. Tapi sepanjang pengawasan Stamet BMKG, puting beliung jarang sampai ke daerah pemukiman penduduk.
“Kejadiaannya banyak terjadi di laut, atau biasa kita sebut waterspout,” ujarnya.(ska)
