Jumat, 3 April 2026

Ini Tanggapan Amsakar Soal Kader Nasdem Demo Tolak Kenaikan Tarif Listrik

Berita Terkait

Wakil Walikota Batam Amsakar Achamad memberikan penjelasan kepada warga yang demo didepan Kantor Pemko Batam, Selasa (16/5). Para pendemo menolak kenaikan listrik 45 persen olehPLN Batam karena sangat memberatkan. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id- Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kota Batam Amsakar Achmad mengomentari keikutsertaan sejumlah kader Nasdem dalam aksi tolak kenaikan tarif listrik Batam, Selasa (17/5/2017).

Dia menegaskan, aksi kader tersebut merupakan aksi spontan dan  bukan atas nama DPC Nasdem Batam, bahkan secara kepartaian terkait listrik Batam belum pernah didiskusikan. Menurutnya, aksi tersebut semata-mata reaksi kader karena kenaikan tarif listrik Batam menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Terus terang soal aksi kemarin yang diikuti kader itu aksi yang spontan. Ini terkait, hajat hidup orang banyak atau kepentingan yang lebih luas,” terang Amsakar, Rabu (17/5).

Dia menyebutkan, sebelum aksi tersebut berlangsung para kader meminta pendapat dirinya. “Saya sampaikan saya tidak akan menyuruh dan saya juga tidak melarang, ini perkara aspirasi, tolong besok (saat demo) sesuai dengan ketentuan normatif dan jangan destruktif,” papar dia.

Pada demo Selasa (16/5) terlihat jelas bendera partai Nasdem turut dikibarkan, bahkan salah satunya bertuliskan Nasdem Dewan Pimpinan Wilayah Kepulauan Riau. Untuk diketahui, bicara soal partai Nurdin Basiun merupakan Ketua DPW Nasdem Kepri yang kini mejabat sebagai gubernur Kepri.

“Berarti ada unsur dari DPW juga, kalau ternyata ada bendera DPW di situ,” katanya.

Satu hal yang dia tegaskan, dirinya yang juga Wakil Wali Kota Batam bersama Sekretaris DPW Nasdem Kepri Muhamamad Rudi yang juga menjabat Wali Kota Batam tidak punya kepentingan lain selain mengabdi kepada rakyat Batam. Menurutnya, memperjuangkan tarif listrik Batam ditinjau kembali merupakan implementasi kepercayaan rakyat pada diri mereka sebagai pemimpin di daerah.

“Ini kadang-kadang membuat kami Rudi-Amsakar kurang tidur. Tak ada kepentingan kami terkait isi dompet, jualan politik, ini cerita hajat hidup orang banyak, ini cerita kepentingan warga Batam,” terangnya.

Sementara itu, dalam kapasitasnya sebagai pimpinan daerah, Amsakar bersama Rudi berkomitmen memperjuangkan agar angka kenaikan listrik Batam dikaji ulang. Termasuk harapan tarif listrik yang telah diteken Gubernur Kepri Nurdin Basirun beberapa waktu lalu agar ramadhan ini hingga ada keputusan selanjutnya ditangguhkan dan kembali ke tarif lama.

Kepada masyarakat, Amsakar berjanji membawa harapan tersebut ke provinsi dan juga menyampaikan dalam rapat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Rabu (17/5), kemarin. Menurut dia, FKPD menyepakati agar Pemko Batam menyampaikan surat ‘harapan’ ke pemerintah provinsi Kepri.

“Hari ini (kemarin) kami atas nama Pemerintah Kota Batam akan buat suratnya, besok (hari ini) kami kirim,” pungkasnya. (cr13)

Update