
Judul di atas ialah pertanyaan pada pata pelajaran Geografi pada ujian GCSE (setara unas SMP).
Sontak para murid muring-muring setelah mengerjakan soal geografi pada Selasa (23/5), lalu. Setelah belajar berpekan-pekan soal perubahan iklim, gempa tektonis, dan topik-topik berat lain, yang muncul di soal ujian adalah soal mesin cuci piring.
Detail pertanyaannya kira-kira begini: Jelaskan, mengapa kebutuhan air pada masa depan meningkat pesat ketika kepemilikan mesin pencuci piring bertambah (see?). Jawabnya mungkin simpel, tapi juga terlalu stupid. Karena itu, nilainya hanya 3 poin di antara nilai maksimal 75. Murid-murid pun mengamuk karena setiap poin sangat berharga pada ujian tersebut (apalagi kalau jawaban soal yang lain tidak se-sophisticated mesin cuci piring). Mereka menumpahkan kemarahan di Twitter dengan membikin berbagai meme yang menyindir pembuat soal ujian.
’’Wajar kok kalau murid mencuit tentang soal ujian mereka. Kami hanya membuat soal berdasar apa yang ada di silabus,’’ kata seorang juru bicara Assessment and Qualifications Alliance (AQA), lembaga penyelenggara ujian, kepada Mirror. Alasan itu justru bikin murid tambah marah.
’’Oh, aku pasti melewatkan bab tentang mesin cuci piring di buku diktatku,’’ tegas seorang murid bernama Megan dengan sinis.
Well, itu masih lumayan. Setidaknya materinya memang ada di kurikulum (sekalipun terlalu nggak penting). Dulu di Indonesia ada soal tentang lagu ciptaan presiden. Sudah tidak ada di kurikulum, tidak ada faedahnya pula. Eh, bulan puasa tidak boleh ngomongin orang ya… hehehe. (c14/na)
