batampos.co.id – Kapolres Bintan, AKBP Guntur Febrianto Sunoto, menilai pengawasan administrasi kendaraan di Kabupaten Bintan, saat ini masih terbilang lemah.
Hal ini menyusul dengan adanya fakta yang ditemukan terkait dengan kecelakaan bus sekolah yang terjadi, Kamis (18/5) lalu.
Dimana kendaraan transportasi masal yang digunakan untuk menjemput dan mengantar pelajar di Kabupaten Bintan, tersebut kondisi KIR-nya dalam keadaan mati.
“Ini adalah bukti bagaimana pengawasan administrasi kendaraan disini (Bintan, red) sangat lemah. Sehingga perlu adanya pembenahan. Dan kami akan tindaklanjuti itu,” jelas Guntur, Rabu (24/5)
Untuk itu, lanjut Guntur pihaknya akan berkoordinasi dengan Dishub Bintan, agar segera bersama-sama melakukan pengecekan ulang, terhadap kelayakan dari seluruh bus yang ada.
Termasuk melakukan pemeriksaan kelengkapan surat-surat kendaraan, serta surat kelayakan yang digunakan sopir untuk membawa kendaraan tersebut.
“Secepatnya kami akan turun bersama untuk menertibkan ini semua. Sehingga dapat dipastikan jaminan keselamatan pelajar akan terjaga dengan baik. Dan kejadian yang sama tidak akan terulang lagi,” tegasnya.
Sementara itu, lanjut Guntur, terkait perkembangan terhadap kasus kecelakaan yang mengakibatkan 31 pelajar menjadi korban tersebut, masih dalam tahap penanganan tim Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bintan.
Dimana tim ini masih melakukan pengumpulan bukti dilapangan serta memeriksa keterangan dari para saksi yang melihat langsung kejadian tersebut.
“Ini masih akan terus kami dalami. Hasil yang didapat nantinya juga akan digabungkan dengan hasil olah TKP yang dilakukan Dirlantas Polda Kepri, menggunakan kecanggihan teknologi Traffic Analisis Accident. Sehingga dapat langsung diketahui kronologis kejadiannya seperti apa. Kita tunggu saja hasilnya nanti,” imbuhnya. (cr20)
