Kamis, 23 April 2026

Walikota Batam Geram pada….

Berita Terkait

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi menilai Badan Pengusaha (BP) Batam setengah hati serahkan aset ke Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Pasalnya, Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementrian Keuangan (Kemenkeu) itu menyerahkan aset namun tidak sesuai Peruntukkan Lahan (PL) semula.

“Saya hanya ingatkan kami ini pemerintah, mereka BLU. Apa susahnya, yang paling pas pegang (kelola) kasih saja lah,” kata Rudi.

Dia mengatakan, Pemko Batam meminta aset tersebut semata-mata untuk kepentingan masyarakat, dalam hal ini sebagai pihak yang bersinggungan dengan masyarakat adalah Pemko Batam.

“Kami minta karena pelayanan, kalau tak untuk masyarakat ngapain kami minta. Kita lepaskan ke mereka tak mau juga kelola, kita juga yang kelola padahal bukan aset kita,” ucapnya.

Dia mengatakan, pengelolaan aset yang didasari kesepakatan pinjam pakai, Pemko Batam tak bisa mengikutsertakan anggaran daerah ke aset-aset tersebut. +

“Kalau ke kami aset-aset itu supaya lebih terurus karena kita bisa masukkan anggaran dan lebih bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Walikota Batam, Muhammad Rudi. foto:cecep mulyana/batampos

Untuk diketahui, aset-aset yang ditolak karena tidak sesuai PL awal adalah Masjid Raya Batam, TPA Telaga Punggur dan Pasar Induk. Dia mencontohkan, Masjid Raya Batam pada beberapa sudut tidak terurus karena kekurangan petugas.

“Bagian belakang (WC dan tempat wudhu) tak ada yang ngepel,” katanya.

Sementara TPA Telaga Punggur, bisa saja pihaknya tidak meminta dan dikelola BP Batam, namun BP Batam tak mau kelola sampah, satu sisi Pemko yang ingin kelola sampah tidak diberi lahan. Aset yang lain yakni pasar induk juga demikian.

“Tak mungkin saya mau pindahkan pedagang tapi tak siapkan tempat buat mereka, nggak mau saya nyiksa mereka, hantam tak buat solusi, masuk neraka saya,” ucapnya.

Menurutnya, sejatinya Kementrian Keuangan sampaiakn tak ada yang sulit dengan penyerahan aset tersebut, satu haripun akan selesai asal yang menyerahkan ikhlas.

“Yang beri dan terima tinggal tanda tangan. Nggak usah tim-tim lagi sebenarnya, sudah dibentu enam bulan lalu tak jelas juga. Rapat-rapat terus bosan,” tutupnya. (cr13)

Update