batampos.co.id – Mahalnya pendidikan yang didapatkan, jika menyekolahkan anak di sekolah swasta diakui benar oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Arifin Nasir.
Dalam kesempatan belum lama ini, Arifin mengaku telah mengumpulkan seluruh kepala sekolah swasta yang berada di Batam. Selain memberikan arahan mengenai tata cara penerimaan peserta didik baru, Arifin juga membicarakan tentang kualitas sekolah swasta di Batam.
“Salah satu ya biaya sekolah swasta, yang kami minta jangan berorientasi bisnis. Sehingga tidak memberatkan masyarakat,” ujar Arifin.
Arifin lantas menegaskan kepada 20 kepala sekolah swasta di Batam, untuk tak mematok harga terlalu mahal. Arifin juga menyarankan untuk mengedepankan subsidi bagi siswa dari keluarga kurang mampu. “Adakan subsidi silang di sekolah swasta. Jadi tak sepenuhnya orientasi profit. Yang penting sekolah swasta berkualitas,” ujarnya.
Memasuki tahun 2017-2018, Arifin menuturkan animo masyarakat untuk memasukkan anak ke sekolah negeri meningkat. Namun terbatasnya jumlah sekolah negeri, menjadi persoalan tersendiri di setiap masa penerimaan siswa baru datang. Saat ini, sekolah negeri di Kepri tak mampu memenuhi kuota para peserta didik baru. Namun pemerintah pun tak dapat terus menerus membangun sekolah atau ruang kelas baru. “Itu akan mematikan sekolah swasta. Sementara sekolah swasta juga mitra kita,” tutur Arifin saat dijumpai di ruang kerjanya.
Banyaknya jumlah siswa baru yang tak tertampung, sambungnya, akan terselesaikan jika orang tua tak membeda-bedakan antara sekolah swasta dan negeri. “Maka itu kami beri kesempatan kepada sekolah negeri dengan memulai pendaftaran sekolahnya lebih dulu. Tidak ada perbedaan kok antara yang negeri dan swasta. Kalau tidak milih-milih tidak ada masalah,” ucap dia.
Terpisah, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun, menuturkan yang sama. Ia menghimbau agar orangtua calon siswa baru, tidak memilih-milih sekolah. Anatara sekolah di daerah perkotaan dan yang berada di pedesaan.
“Belum tentu sekolah di pelosok tak bagus,” ucapnya.
Ia juga menuturkan akan lebih memperhatikan sekolah yang berada jauh dari perkotaan. Guna memberikan rasa keadilan bagi dunia pendidikan di Kepri saat ini.
“Tidak demikian, ke depan kita berpikir sekolah di pelosok itu harus bagus. Mulai dari infrastruktur, dan gurunya. Kita balikkan kondisi saat ini,” tegasnya. (aya)
