Jumat, 3 April 2026

Sarjana Banyak yang Nganggur

Berita Terkait

batampos.co.id – Ketua Lembaga Adat Melayu Kabupaten Kepulauan Anambas Herdi Usman, mengatakan jika saat ini di Anambas banyak sarjana yang sudah kembali ke daerah. Namun belum semua mendapatkan pekerjaan yang semestinya.

Masih banyak dari mereka yang hingga saat ini masih
pengangguran. Oleh karena itu pihaknya meminta kepada pemerintah daerah untuk mencari solusi terbaik untuk mengatasi hal ini. Apakah memberdayakan Dinas tenaga kerja untuk mengadakan pelatihan atau dengan cara lainnya.

“Dinas Tenaga Kerja perlu dukungan untuk mengadakan pelatihan kerja supaya untuk meningkatkan skil anak daerah sehingga bisa lebih mudah untuk mendirikan usaha sendiri minimal bisa mudah diterima bekerja di perusahan swasta,” ungkapnya.

Hal tersebut meski dilakukan karena saat ini jika mengirim peserta untuk melakukan pelatihan di Jawa biayanya sangat mahal sementara itu jika pelatihan dilaksanakan di Anambas peralatannya juga belum lengkap sehingga masih menjadi dilema.

“Memang tidak semua bisa bekerja dipemerintah daerah tapi sebagian juga bisa kerja swasta,” ungkapnya.

Masalah tenaga kerja ini juga sudah menjadi sorotan pemerintah daerah. Namun saat ini Pemerintah belum bisa menerima tenaga kerja lagi karena saat ini lamaran yang masuk ke pemerintah daerah sudah banyak. Lamaran sudah setinggi pinggang tapi belum bisa ditindaklanjuti karena saat ini secara bertahap baru akan mengangkat tenaga Cleaning Services (CS) yang jumlahnya mencapai 700 orang lebih.

“Kita akan utamakan pengangkatan CS dulu tapi dengan kriteria sudah bekerja di pemerintah daerah selama tiga tahun keatas baik yang pendidikannya SD sampai D3 bahkan sarjana juga ada,” ungkap Haris.

Supaya sarjana yang belum mendapatkan kerja tersebut bisa bekerja diperusahaan swasta, maka pihaknya saat ini juga sedang mempromosikan agar investor asing bisa mengelola potensi yang ada di Anambas.

“Di Anambas ini belum banyak berdiri pabrik, makanya kita dorong swasta untuk berinvestasi di Anambas supaya nantinya bisa menyerap tenaga kerja lokal,” ungkap Haris. (sya)

Update