Kamis, 16 April 2026

Anggota DPRD Batam: Pengembang Tak Menutup Bekas Galian Harus Diberi Sanksi

Berita Terkait

foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Kasus meninggalnya anak-anak di bekas galian di Batam kota kembali mengingatkan kasus yang sama di Sagulung beberapa waktu dulu. Satu anak meregang nyawa di bekas galian proyek pengembang. Kejadian ini seperti tak menjadi pelajaran, kembali terjadi akibat keteledoran pengembang.

Muhammad Musofa, anggota Komisi I DPRD Kota Batam mengaku sudah sering kali mengingatkan agar pengembang yang tidak menutup kembali bekas galiannya diberi sanksi tegas. Menurut dia, kejadian ini terjadi berulang kali, sehingga dikhawatirkan, jika tidak diberi sanksi tegas akan ada korban lainnya.

“Berapa pengembang di Batam yang mengindahkan menutup kembali bekas galiannya. Pemerintah harus tegas. Cabut sementara IMB mereka, agar aturan seperti ini bisa mereka taati,” tegas Musofa, Kamis (29/6).

Pemko Batam melalui Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) harus bisa menyampaikan kepada pengembang, sehingga tak ada lagi yang mengindahkan bekas galian tersebut.

“Ini yang sangat kita sayangkan. Anak yang tak tahu apa-apa menjadi korban. Apalagi sekarang musim hujan, banyak galian yang tergenang air menjadi tempat bermain mereka,” tuturnya.

Ditambahkan Musofa, jika sanksi ini tak segera diberlakukan dan hanya sekedar himbauan saja tentu tak akan menjadi perhatian pengembang. “Kepada masyarakat kita juga menghimbau, jangan asal-asalan lagi, bekas galian harus ditutup lagi, agar ke depan tak ada lagi anak-anak yang menjadi korban,” himbaunya.

Seperti diketahui, parit bekas galian Kampung Nanas Batamcentre memakan korban anak usia 10 tahun, Rabu (28/6). Kapolsek Batamkota Arwin yang ditemui di lokasi mengatakan, kejadian sekitar pukul 10.00 WIB, korban sedang main hujan-hujanan dan terpeleset ke dalam parit sedalam satu setengah meter.

“Teman korban yang melihat langsung meminta tolong kepada warga. Setelah berhasil dikeluarkan dari dasar parit, korban segera dilarikan ke rumah sakit,” ujarnya.

Di rumah sakit korban dinyatakan telah meninggal dunia sekitar pukul 14.00 WIB. Korban pun dibawa oleh keluarga ke rumah duka dengan menggunakan mobil patroli polisi lantaran tidak memiliki biaya. (rng)

Update