Jumat, 3 April 2026

Syamsul Digadang Pimpin Pinang

Berita Terkait

Asisten II Pemprov Kepri, Syamsul Bahrum mendapat izin untuk ikut dalam pencalonan Sekda Kepri. F. rpg
batampos.co.id – Syamsul Bahrum bisa saja berganti jabatan awal tahun depan. Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kepri itu kini berada di urutas atas yang digadang menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tanjungpinang per 16 Januari 2018. Sebab tanggal tersebut merupakan akhir masa jabatan Lis Darmansyah sebagai wali kota.
Santer terdengar kabar, kandidat lain yang bisa bersaing dengan Syamsul Bahrum adalah Raja Ariza yang kini menjabat Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Pemprov Kepri. Mencuatnya dua nama ini lantaran baik Syamsul maupun Ariza dinilai punya kapabilitas pemahaman yang baik terhadap realita dan kultur Tanjungpinang.
Staf Khusus Gubernur Kepri bidang Politik dan Pemerintahan, Ahars Sulaiman tak menampik kabar tersebut. “Biasanya Pak Gubernur itu akan menunjuk orang yang memahami kultur daerah, tokoh asli Tanjungpinang. Antara pak Samsul dan Raja Ariza,” ujarnya
Tapi sampai saat ini, siapa yang di tunjuk sebagai pejabat Pelaksana tugas (Plt) Pemko Tanjungpinang, Ahars bersama ataf khusus lainnya, belum dimintai tanggapan oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun.
Sebelumnya, Walikota Tanjungpinang H Lis Darmansyah sempat berpamitan di depan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun di acara MTQ pada April lalu. H Lis Darmansyah berpamitan kepada Gubernur Kepri dan masyarakat Tanjungpinang, kalau MTQ kali itu adalah MTQ terakhir dalam kepemimpinan Lis-Syahrul.
”Momentum MTQ izinkan kami (Lis-Syahrul) mohon pamit Pak Gubernur, mengingat pada 16 Januari 2018 kepemimpinan kami berakhir,” kata Lis Darmansyah.
Kata Lis, perkembangan tatanan politik nasional menciptakan isu sara yang tidak kondusif, namun pelaksaan MTQ sebagai siar agama yang dapat mengontrol tatanan politik dengan kekuasaan, sehingga memberikan nuansa kondusif di masyarakat.
Di akhir pidatonya, Lis bahkan sempat berpesan, agar masyarakat Tanjungpinang menjaga keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama. Lis juga meminta agar masyarakat Tanjungpinang tidak terpacing isu yang mengatas namakan agama, sehingga mampu memecah belah persaudaraan. (aya)

Update