
batampos.co.id – SMK Negeri 1 Batuaji masih menjadi favorit orangtua menyekol;ahkan anaknya. Pendaftaran yang dibuka pihak sekolah dipenuhi antrean para orangtua yang mendaftarkan anaknya.
Bukan hanya calon siswa yang berdomisili di wilayah Batuaji saja yang mendaftar ke SMK Negeri 1 Batam.
Arif, warga Sekupang rela berdesak-desakan mengambil nomor pendaftaran online. Ditemani ayahnya, pria berkepala plontos ini sengaja datang ke SMK Negeri 1 Batam sebelum pembagian nomor pendaftaran di buka.
“Antrenya sejak pukul 08.00 WIB tadi,” kata Arif singkat, Jumat (30/6).
Hal ini dikarenakan selain takut kehabisan nomor pendaftaran, juga ingin lebih dahulu menyelesaikan pendaftaran via online.
“Biar gak buru-buru. Selesai daftar, nanti tinggal nunggu test saja,” kata Arif.
Hal senada juga disampaikan ANdi. Ditemani orangtuanya, ia sengaja jauh-jauh datang dari Batamkota untuk mendaftar sekolah di SMK Negeri 1 Batam.
“Di sini terkenal karena kulitas dan pilihan jurusan,” tuturnya.
SMKN 1 ini juga terbilang cukup murah di banding sekolah Swasta.
“Kemarin saudara tamat SMKN1 sudah bisa langsung kerja. Makanya juga pengen sekolah disini,” tambahnya.
Anggota Komisi IV DPRD Batam, Safari Ramadhan mengaku belum ada kepastian mengenai penerapan permendigbud yang mengatur zonasi.
“Kayaknya disdik masih pakai sistem tahun kemarin (belum zonasi),” ujarnya.
Ia mengakui, rapat dengar pendapat bersama dinas pendidikan beberapa waktu lalu belum tuntas.
“Dengan sistem yang akan diterapkan, apa mengacu pada permendikbud atau disdik ada formula lain. Karna pasti ketika wali murid sudah tau ada permendikbud ini pasti akan mempertanyakan,” ucap Safari. (rng)
