Minggu, 19 April 2026

Pantai Tanjung Siambang Diminati Wisatawan Lokal

Berita Terkait

batampos.co.id – Hamparan pasir putih pantai Tanjung Siambang, di ujung Pulau Dompak mulai diminati. Terbukti dari libur pasca perayaan Idul Fitri 1438 Hijriah, dimanfaatkan wisatawan lokal untuk menghabiskan waktu bersantai bersama keluarga di pantai yang berada tak jauh dari pusat Pemerintahan Provinsi Kepri.

Di pantai tersebut, pengunjung tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk bisa berenang dan bersantai di pondok yang disediakan pengelola. Bahkan, pengunjung juga bisa menikmati jajanan yang dijual para pedagang yang berada disitu.
Salah seorang warga, Kery, 34, mengatakan ia baru sekali ini menghabiskan waktu bersama keluarga di pantai tersebut. Sebab, ia baru mengetahui bahwa di Tanjungpinang ada pantai yang tak kalah seperti pantai Trikora.
“Saya diajak adik, sebelumnya saya tahu hanya Trikora. Pantai di Tanjung Siambang ini kurang lebih sama saja kok dengan Trikora,” ujar Kery.
Dengan adanya pantai di Tanjungpinang, kata Kery, ia pun bersama keluarganya tidak perlu lagi pergi jauh untuk bersantai bersama keluarga ke pantai.
“Biasanya kalau mau ke Pantai menempuh puluhan kilometer. Tapi sekarang gak perlu lagi, karena pantai ini (Tanjung Siambang) dekat dengan pusat pusat Kota,” kata Kery.
Sementara itu, warga lainnya, Intan, 28, mengaku lebih senang menghabiskan waktu libur ke Pantai Tanjung siambang. Sebab, dikawasan tersebut menurutnya suasanya cukup tenang dengan rindangnya pepohonan yang ada disana.
“Enak disini, suasananya tenang. Bisa ngelihat sunset. Pantainya juga cukup bersih,” ucapnya.
Terpisah, pengelola pantai tersebut, Atan, mengatakan sejak Lebaran kemarin. Pantai Tanjung Siambang ramai dikunjungi masyarakat. Pantai yang terbuka untuk umum tersebut dipadati pengunjung sejak pagi hari.
“Untuk berapa jumlah pastinya pengunjung tidak bisa dipastikan. Kalau dari H+1 sampai Minggu (2/7), mungkin sudah ribuan orang kesini,” ujarnya.
Dikatakan Atan, untuk bisa bersantai disitu. Pengunjung hanya dikenakan biaya sebesar Rp 40 ribu untuk menempati pondok yang disediakan. Sedangkan untuk fasilitas kamar mandi pengunjung cukup membayar Rp 3 ribu perorangnya.
“Biaya itu untuk memperbaiki pondok jika ada yang rusak, dan juga membeli air untuk masyarakat yang hendak mandi usai berenang di pantai,” pungkasnya.(ias)

Update