Kamis, 30 April 2026

Gusar Melepas Anak Menyeberang

Berita Terkait

Remaja di Desa Medang, Kecamatan Senayang, Lingga, yang hendak menyambung pendidikan menengah atas, harus menyeberang ke desa lainnya, seperti SMA terdekat yang ada di Tajur Biru. F. Farra/Batam Pos.

batampos.co.id – Terbatasnya fasilitas Sekolah Menengah Atas (SMA) tak lantas menjadi penghalang bagi para remaja di desa Medang, Kecamatan Senayang, Lingga. Lantaran hanya memiliki sekolah dari tingkat TK hingga SMP, para remaja yang hendak menyambung pendidikan menengah atas, harus menyeberang ke desa lainnya.

“Satu-satunya SMA terdekat di Tajur Biru,” tutur Sarni, ibu dari Aini yang telah menyelesaikan tahun pertamanya di SMA yang berada di Tajur Biru.
Menuju Tajur Biru setiap harinya, seperti melepas sang buah hati ke lokasi pertempuran. Pasalnya, dari Medang menuju Tajur Biru, Aini dan remaja lain yang juga peserta didik tingkat SMA di Medang harus menumpang kapal pompong.
Meski berada di daerah pesisir, Sarni tak dapat membohongi diri. Ia selalu saja dilanda kerisauan layaknya seorang ibu.
“Ada banyak juga anak-anak yang ikut pompong. Tapi tetaplah pompong orang-orang ni agak rawan apalagi kalau musim lagi tak bagus kan,” tutur wanita yang mengenakan kain kuning menutupi rambutnya ini.
Tepat sebelum bulan Ramadan, kekhawatiran Sarni kian membuncah. Pasalnya pompong yang membawa para pelajar SMA menuju Tajur Biru ini kandas di bibir pantai. Menurut Sarni, cuaca berubah di pertengahan jalan. Hujan turun sangat deras, membuat jalur lintas tak terlihat jelas. Sehingga terpaksa mengikuti arus.
“Akhirnya mereka tersesat. Entah sampai di pulau mana waktu tu. Itulah maka kami risau kalau waktu nak sekolah atau jam pulang, langit gelap atau hujang deras,” ujar Sarni.
Selain mengkhawatirkan keselamatan, kala hujan pun para pelajar mau tidak mau berbasah-basahan.
Sementara itu, Rosnah wali murid lainnya juga mengatakan biaya transportasi menggunakan pompong, sedikit banyak memberatkan mereka.
“Per harinya Rp 10 ribu. Terasa juga kalau misalnya lagi susah uang masuk macam ni. Kami betul-betul berharap pemerintah bisa bantu ringankan kami. Paling tak bantu juga untuk transportasi anak sekolah,” pungkas Rosnah. (aya)

Update